Banyuwangi Jawa Timur, Selama hampir 4 tahun terakhir ini lagi menjamur yang namanya “Pinjaman Lunak Tanpa Jaminan,” atau cukup selembar foto copy KTP, peminjam bisa langsung membawa pundi- pundi rupiah, hasil dari “Bersekutu” dengan sang maestro rupiah.
Salah satu sang maestro rupiah yang sekarang lagi di gandrungi oleh ibu – ibu muda, yang butuh cepat mendapatkan rupiah adalah ” Bang Thiethiel” atau lebih kerennya KSP Mingguan, atau lebih terkenal dengan istilah “Bang Plecit.” Cukup foto copy KTP langsung cair, meskipun potongan administrasi terkadang sampai 20% tetep saja di gandrungi. Salah satu penggemar Bang Thiethiel yang setorannya seminggu sekali, Yu Nah mengatakan,” Meskipun bunga dan potongannya mencekik leher, kami tetap mengambilnya mbak, ya karena pinjamnya tidak pakai ribet, 2 menit langsung cair, “ungkap Yu Nah penjual cilok langgananku.
Dan bagi Yu Nah – Yu Nah yang lain pasti pendapatnya sama, ” Ga pake ribet”, meskipun terkadang ujung – ujungnya ribet dan tak jarang adu fisik.

Sebut saja Bang Thiethiel AL ( 28 th ) pegawai asal Situbondo, yang kemarin jadi bulan – bulanan penggemarnya di Jember. AL yang pernah merasakan enaknya jadi mahasiswa di salah satu universitas favourite di Malang meskipun cuma sampai semester 5, membagikan balada menyedihkan saat ketemu nasabah jenis ” Macan Gondrong”. Saat bertemu dan bercerita dengan awak media, masih kelihatan luka lebam di mata kanan, telinga dan kaki.
Awalnya si AL dan pengawasnya mendatangi salah satu nasabah dengan baik- baik, tapi ternyata ujung – ujungnya malah jadi adu fisik, awalnya si AL di cekik sama si Macan Gondrong itu , AL membalas dengan tonjokan ke kepalanya, dan nasib pengawasnya tidak kalah ngeri di masukkan dalam rumah di kunci dari dalam dan di eksekusi keluarga yang lain. AL posisi di luar dan pengawas di dalam rumah. AL tidak tega sama pengawas yang ada di dalam, akhirnya mendobrak pintu rumah Si Macan Gondrong.
Akhirnya AL dan pengawasnya di keroyok di luar, isteri Si Macan Gondrong membawa senjata ampuhnya “sendok garpu tala” untuk melukai telinganya , karena banyak darah yang keluar, AL di bawa ke RS setempat dan sempat opname di RS Jember. “Aku loh mbak di seret sampek teko lompong – lompongan, ” Ungkap AL dengan wajah melas. Karena ini sudah termasuk tindak kriminal akhirnya di tangani Polres Jember.
Kalau sudah ada insiden seperti ini, siapa yang bakal di salahkan ????
( KA )


Komentar