Diawali dengan musik akustik yang mengiringi 9 pelukis satu sama melukis on the spot, Pameran lukisan bertajuk Mr. Kojin resmi dibuka oleh S. Yadi K. kamis 31 maret 2022. Tampak juga hadir wakil ketua 2 DKB Suko Gandrungarum, pelukis, seniman dan budayawan Banyuwangi.
Mr.Kojin tema tersebut diambil untuk menghidupkan kembali budaya nusantara di tengah-tengah masyarakat yang belakangan mulai redup tergerus budaya dari luar. Pameran akan diselenggarakan hingga 2 April 2022 di Eyang Kakung Kafe Jajag Kecamatan Cluring.
Menurut S. Yadi K. dari pameran ini dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk para pengunjungnya. S.Yadi juga berharap melalui pameran ini dapat kembali merealisasikan dan mengembangkan seni serta membuktikan bahwa seniman memiiliki karya – karya yang mengagumkan.
“Mudah-mudahan ini bisa membuka ruang seluas-luasnya, Saya percaya kegiatan pameran ini akan menginspirasi banyak seniman, tidak hanya seni rupa, tetapi semua seniman yang ada di Kabupaten Banyuwangi untuk berkreasi bersama,” sebutnya.

Lanjut S. Yadi dirinya juga mewakili anggota Dewan Pengarah DKB, menyatakan dengan bahasa kurotarial yang santai, Komunitas 9 pelukis anggota kelompok ini bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gayanya masing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dlm berkreatifitas.
“Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman. Mari kita bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, salah satunya adalah pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif,” terangnya.
Komunitas Perupa yang tergabung dalam kelompok Satu Sama, diantaranya: Ben Hendro, Elyeze, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N Kojin, Susilowati, Sarwo Prasojo, dan Troy Herman.
Sementara Nur Kojin sebagai tuan rumah titik ke 2 , menjelaskan tema yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa di kota kecil Jajag ini pernah melahirkan seorang Nur Kojin.
“Banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Kojin mewakili 9 pelukis untuk menyampaikan kurotarialya.
Kojin juga menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan.
“Dan tampaknya 9 pelukis itu telah melakukan upaya tersebut melalui pameran lukisan ini, “tambahnya.
“Pameran yang akan dilaksanakan di 9 titik kota tempat tinggal seniman kelompok Satu Sama secara simultan sebulan sekali dengan 9 tema kurasi, ujarnya. Banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Kojin mewakili 9 pelukis untuk menyampaikan kurotarialya. Kojin juga menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan.
“Ini adalah pameran lukisan, setelah sekian lama kita tidak bisa beraktivitas seni karena Covid-19, diikuti oleh 9 pelukis dari kelompok Satu Sama rata-rata karya tahun 2021, 2022 paling lama 2020 ,” ungkap N. Kojinn saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu (2/4 ).
Dalam pameran ini, N. Kojin menilai antusiasme masyarakat Jajag dan sekitarnya sangat tinggi untuk mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini.
“Saya kira antusiasme masyarakat sangat bagus, pembukaan ini berkolaborasi dengan beberapa seniman. Semoga perkembangan seni rupa di Banyuwangi semakin maju, saya berharap teman-teman lainnya juga untuk menampilkan karya mereka,” pungkasnya.
Komunitas Perupa yang tergabung dalam kelompok Satu Sama, diantaranya: Ben Hendro, Elyeze, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N Kojin, Susilowati, Sarwo Prasojo, dan Troy Herman.
Selama pameran diadakan melukis potret on the spot untuk donasi kaum duafa dan sarasehan bedah karya dengan mengundang siswa siswi baik SMP, berikut para guru seni budaya di sekitar studio anggota kelompok Satu Sama yang sedang menggelar pameran.
Kelompok Satu Sama berharap dengan gerakan pameran simultan ini membawa perkembangan seni rupa Banyuwangi makin berkembang, kreatif dan membuka peluang pasar global.(Ilham Triadi)


Komentar