oleh

Lesbumi PCNU Banyuwangi Gelar Gambar Rupa Kata

Pameran Lukisan yang di gelar selama tujuh hari mulai tanggal 20-26 Juni 2022 di sambut sangat antusias oleh seniman , budayawan dan masyarakat umum. Pameran lukisan bertajuk rupa kata ini Lesbumi-NU dan dukungan sepenuhnya GP Ansor Banyuwangi dari DKB (Dewan Kesenian Blambangan) Banyuwangi.

Para seniman ikut menampilkan sejumlah karya spektakulernya dengan tentunya suport dari GP. Ansor Banyuwangi
15 seniman dari Lesbumi berkolaborasi antar perupa, sastrawan dan pemain musik dalam even di Kedai Ansor 1934 Jalan PB. Sudirman 26, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

“Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari  dengan melibatkan kurang lebih ada 15 pelukis dan sastrawan. Animo pengujung cukup bagus, ” ujar Aden Janakim sebagai panitia pelaksana.

IMG-20220621-WA0002

“Rangkaian gerak, peristiwa kehidupan terlukis dalam berbagai bentuk, media drawing dengan bervagai corak, “ujarnya.

Seniman tersebut berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda, ada yang dari seni rupa, sastra dan pemusik. Bagi seniman yang tidak berangkat dari disiplin seni rupa, pameran ini tentu saja menjadi tantangan yang harus mereka hadapi, yaitu mewujudkan gagasan mereka dalam medium yang baru. Begitu pula bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.

Mengusung tema “Gambar Rupa Kata ” gelaran pameran dibuka oleh Ir. H. Nauval Badri anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat positif terhadap karya-karya para perupa Banyuwangi yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banyuwangi, “katanya.

Banyuwangi sebagai taman sarine nusantara, seperti dalam syair umbul-umbul blambangan memiliki kekayaan yang tidak dimiliki daerah lain , jangan kalah dengan Jogyakarta atau daerah lainnya, lahirnya tempat-tempat karya seni bagus dan kita wajib membanggakan apa yang ada di Banyuwangi. Saya bangga dengan teman-teman yang diwadahi Lesbumi, Kalau bisa segera punya sanggar untuk menyimpan karya. Kegiatan berbasis seni dan budaya ini melibatkan para seniman kolaborasi antara pelukis , sastrawan dan pemusik, perlu sering dilakukan dan tidak terhenti disini, tambahnya.

Menurut Raden Mas Hari, Pameran ini sebagai langkah awal memulai aktifitas untuk mewarnai geliat seni rupa di Banyuwangi. Juga sebagai bukti Seni rupa tidak berjarak dengan masyarakat
Sebagai bukti dengan tumpeng sebagai wujud visual untuk bergerak bahwa seni rupa beraktifitas tidak melulu harus dengan cat dan kanvas. Apalagi diawali baca tahlil sebagai karya sastra adiluhung dunia, ” katanya.

Pada pameran ini mendukung seniman untuk melakukan eksplorasi interdisipliner melalui medium seni rupa untuk mengembangkan diri, membuka ruang kolaborasi antar-disiplin, dan ruang pertukaran informasi antara seniman dengan masyarakat pada proses penciptaan dan presentasi karya seni rupa. Ruang ini memungkinkan keterbukaan interaksi dan interpretasi dalam mengasah daya pemaknaan bahasa bentuk untuk bersama-sama menyerap nilai belajarnya sebagai dasar berbagai sikap dan pilihan di kehidupan sehari-hari, dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya.

“Mampu bergabung untuk keberhasilan kegiatan ini adalah untuk mengingklufitas agar tidak terpenjara dalam tembok seni rupa pada umumnya, ” tambahnya.

Karya kolaborasi seniman-seniman Banyuwangi dipamerkan, pembukaannya dihadiri oleh seniman budayawan , Pengurus Lesbumi Banyuwangi, Ansor, DKB , Kopat, Akrab , Langgar Art dan komunitas lainnya turut menyaksikan sebanyak 50 lukisan yang terpampang dengan 15 orang pelukis dan sastrawan turut mensukseskan gelaran acara ini. Pameran lukisan ini diselenggarakan dan dibuka untuk umum hingga seminggu kedepan dengan diadakannya diskusi dengan tema : Gambar Rupa Kata

Pada kesempatan ini, pecinta seni lukis di Banyuwangi dapat menikmati karya-karya dari 15 Seniman lukis dan sastra dan musik Banyuwangi yaitu: Taufik Wr. Fatah Yasin Noor, Yon DD, Endik, S. Yono, Ilyasin, Janakim, Radenmas Hari , Abdur Rohim, Suryan Tw. , Ken Ali, S. Giono, E.P Albatiruna , Nirmala YN, dan Kenong Sinar Lintang.

Mayoritas karya yang ditampilkan drawing, dalam karya seni rupa realistik seorang seniman berusaha untuk menyalin sebuah subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untukmemperlihatkan kebenaran. Seni yang memiliki makna berbeda-beda tergantung dari sudut mana melihatnya, pasti tidak mudah mewujudkan. Dari berbagai media , nafas, karakter gaya, pakem, corak, aliran, dan idialisme para pelukis tentunya dibutuhkan konsentrasi penuh.

Sementara Taufik Wr. Hidayat selaku Ketua Lesbumi-NU Banyuwangi mengatakan

“Saya juga sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pameran lukisan ini, dan kegiatan ini sangat bagus karena , pameran kolaboratif semacam ini penting pada kondisi seperti sekarang ini, seni menjadi semacam vaksin bagi kemanusiaan “Menjadi imun bagi peradaban,” katanya, Senin, 20 Juni 2022.

Imajinasi menurutnya, adalah kemampuan manusia yang sangat sentral dalam keberlanjutan hidup membangun kebudayaan dan peradaban manusia.

“Bila tidak ada imajinasi, tidak ada kebudayaan dan peradaban,” ujarnya.

“Pameran Gambar Rupa Kata yang diselenggarakan Lesbumi NU Banyuwangi bertujuan menguatkan rasa solidaritas antar seniman di Banyuwangi dan para pecinta seni Banyuwangi. Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi, Lesbumi NU Banyuwangi berupaya untuk turut meramaikan pasar dan pariwisata Kab. Banyuwangi, dengan harapan keterpurukan ekonomi kita akibat pandemi ini kembali bangkit dan pulih, “tambahnya.

“Ini program rutin Lesbumi PCNU Kab. Banyuwangi. Para perupa yang tergabung dalam Lesbumi PCNU Kab. Banyuwangi akan menyelengarakan pameran lukisan setidaknya empat atau tiga kali dalam setahun. Dan melakukan pertemuan anjang sana rutin para perupa tiap satu bulan sekali, “pungkas Gus Fiq.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *