oleh

Anjangsana Jaringan Radio Komunitas Boardcast Banyuwangi (JRKBB) di Homestay Nurbani

Keberadaan dan peran radio komunitas semakin terpinggirkan. Hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta Rancangan Peraturan Pemerintah Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran dikhawatirkan akan sangat menyisihkan peran radio komunitas.

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Komunitas dan Peraturan Menkominfo yang terkait dengan Radio Komunitas juga sering tidak seiring sejalan. Itu yang kemudian menyebabkan banyak sekali Radio Komunitas menghentikan siaran.

IMG-20220905-WA0037

Akibatnya tujuan mulia Radio Komunitas seperti bunyi Pasal 3 UU Penyiaran No 32/2002 yakni memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa untuk membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera tidak bisa dijalankan sebagaimana mestinya.

Maka dari itu ketua JRKBB Hadi Purwanto mengungkapkan bahwa radio komunitas sekarang ini harus segera berinovasi ke platform lain yang lebih di gandrungi oleh masyarakat luas.

“Kita harus segera berinovasi ke platform yang lain, karena peraturan yang berlaku dan biaya operasional serta generasi sekarang ini sudah beralih ke gadget. Masyarakat kita sekarang lebih senang melihat video ketimbang audio. Podcast adalah salah satu inovasi dari aktivitas radio yang sedang di gemari sekarang ini, “ungkap youtuber podcast jalanan dengan channel Ha Pe Aja.

IMG-20220905-WA0034

Hal ini disampaikan Hadi Purwanto pendiri Rakom Planet FM Wongsorejo pada anjangsana Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi yang giliran Podcast Gotongroyong’45 jadi tuan rumah yang ditempatkan di Homestay Nurbani Banyuwangi yang beralamat di Jl. Mendut XIII/3-@ Tamanbaru narahubung 081336881945.

Dalam kesempatan yang juga dihadiri paguyuban gotongroyong’45 fans Rakom Bung Tomo FM dan kader perisai BPJS Tenagakerja itu, Hadi Purwanto diminta untuk cerita setelah jadi pimpinan sidang bahkan calon Ketua dalam Kongres IV Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) di Selo-Boyolali-Jateng, 28-31 Juli 2022 yang tetapkan D. Adi Rumansyah asal Bandung terpilih sebagai Ketua dengan sikon sebagai peserta daring dampak pandemi.Lalu lobbi kru JRKI Wilayah Jatim, masukkan kader perempuan Blambangan Indah Catur Cahyaningtyas menjadi Humas Setnas JRKI Pusat masa bhakti 2022-2026.

“Saya berupaya jaga kebesaran JRKBB dan Kehebatan JRKI Jatim, dan bagaimana secara nasional keanggotaan dan pemberdayaan komunitas nyata di seluruh pelosok nusantara bahkan sinergi dengan Persada.id yakni eks RKPD yang jadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) maupun RRI di wilayah negeri yang terluar dan terdepan yang berkarakter gotong royong, ” tutur kader reporter Ar Rohman FM yang dapat jodoh bagian produksi radio komunitas Bung Tomo FM, Nurhadi Windoyo yang daftar Anggota Komnas Disabilitas ini yang pasangan ini punya prestasi nasional untuk kinerja rakom darurat covid-19, peduli ILM KPK dan BKKBN.

“Kami belum dilantik tapi saya sudah didapuk untuk gelar tumpeng virtual memaknai 77 tahun Indonesia Merdeka, ” tutur Ibu satu anak yang juga janji akan gelar acara wilayah atau nasional di bumi Blambangan yang ada Bandara serta kru JRKBB yang bisa jadi panitia lokal yang relawan tangguh.

Sementara itu, Bung Aguk Darsono yang punya pengalaman jadi Pimpinan Kongres I JRKI di Lembang Bandung 2004 dan Pendiri JRKI Wilayah Jatim 2005 di Jombang, ucap bersyukur ada kader dari Banyuwangi yang berperan di pentas regional dan nasional. Tantangannya adalah juga menyiapkan kader lagi yang lebih muda dan cakap dunia digital sesuai era jamannya.Bisa jadi siaran FM sudah kurang minat pegiat ataupun pendengarnya. Dan sudah berganti era audiovisual lewat media handphone.

“Yang penting roh bermanfaat bagi bangsa dan peduli negara dengan pilihan hidup kita lewat komunikasi massa ini tetap dilestarikan sesuai marwah martabat komitmen kita. Dan adanya grup WA bisa tingkatkan kapasitas SDM dan solidaritas jatidiri sesama pegiat radio yang tentunya di luar urusan radio punya pikiran, hati dan profesi masing-masing untuk saling teposeliro, simpati, empati serta sambung doa dalam mempererat silaturahmi, “ungkap Aguk. (Q’Nin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *