BANYUWANGI – Tim Humas SMPN 2 Rogojampi tinjau Komariah (13), siswa kurang mampu yang belakangan hari tidak lagi masuk sekolah karena tergendala masalah dikeluarganya.
Komariah tidak masuk sekolah kurang lebih satu bulan, melihat hal itu pihak sekolah memerintahkan staf humas dan guru agar mendatangi ke kediamannya.
Diketahui, Komariah tinggal bersama ayah, ibu dan adiknya yang masih balita. Diwilayah RT 004 Rw 001 Dusun Bades, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Jumat (07/10/2022).
Miris memang mendengar cerita keluarga mereka, keluarga terbilang kurang mampu. Ayah Komari hanyalah pekerja serabutan yang saat ini sakit sakitan, setelah bapaknya tak lagi bekerja ibu Komari bekerja menjadi buruh dipabrik kerupuk untuk menghidupi keluarganya.
Sedangkan Komariah yang harusnya bersekolah kini harus menjaga adiknya dirumah. Ia mengaku tidak bisa sekolah seperti teman- teman seumurannya karena kondisi ekonomi keluarganya yang serba sulit.
Kepala Sekolah SMP N 2 Rogojampi Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM mengatakan kegiatan tersebut untuk melihat langsung kondisi muridnya yang keluarganya kurang mampu.
“Agenda kita hari ini adalah turun kelapangan untuk mengecek kondisi murid kurang mampu,” ucapnya.
Menurutnya, pihak sekolah harus responsip terhadap permasalahan kepada siswa, harus sering turun kelapangan tujuannya melihat kondisi murid drop out apalagi permasalahan ekonomi.
“Keluhan wali murid harus kita tampung dan kita musyawarahkan untuk mencari solusinya. Kita kawal program pemerintah kabupaten Banyuwangi berdasar pada Perbub Bupati Banyuwangi no 15 tahun 2018 tentang Program Bantuan Sosial Garda Ampuh, agar Banyuwangi bebas zero anak usia putus sekolah,” kata Marhen.
Kegiatan tersebut diikuti oleh H. Ilham Triadi, M. Pd Wakasek Humas, Dra. Hj.Wiwik Sri Sunasih Koordinator Bimbingan dan Konseling, Vuri S.Pd Wali Kelas dan Bela Agustina guru Pendidikan Agama Islam. (Ilham Keris//JN).


Komentar