BANYUWANGI – Memasuki musim penghujan, sejumlah perajin benih cabai di Banyuwangi mengaku kebanjiran orderan. Banyaknya permintaan dipengaruhi sejumlah faktor.
Fendy (40) perajin benih cabai di Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi menyebut tingginya permintaan salah satunya imbas dari banyaknya tanaman cabai milik petani yang mati di usia dini.
Hal itu membuat petani cabai tanam kembali dengan benih baru.
“Banyak yang mati kena air hujan. Petani order lagi buat tambal sulam,” ujarnya kepada Naskah.Id, Rabu (19/10/2022).
Selain faktor tersebut, Fendy mengatakan banyak petani mengejar peluang harga tinggi di bulan Desember atau Januari.
Oleh karenanya banyak petani serempak melakukan pemeblian benih cabai di bulan Oktober.
“Banyak order pas bulan Oktober salah satunya ngejar harga tinggi di bukan Desember atau Januari,” jelasnya.
Randy menyebut peningkatan penjualan sudah terjadi beberapa bulan kebelakang. Bahkan di tahun ini peningkatan penjualan melonjak tajam hingga lebih dari 100 persen.
“Tahun ini jadi yang tertinggi sepanjang jualan benih cabai. Covid-19 mulai reda juga langsung menanjak penjualannya,” ujarnya.
Dalam sehari, masih kata Randy, dirinya bisa menjual ribuan benih cabai. Baik kualitas biasa sampai super.
Ia pun memberikan layanan pesan antar untuk pembelian benih cabainya.
“Tinggal tambah ongkir jika kepingin dikirim,” imbuhya.
Menurut Randy, pesanan paling banyak berasal dari Banyuwangi sebelah barat. Seperti wilayah Kalibaru dan Glenmore.
“Rata-rata 3000 benih sehari. Paling banyak pesanan dari Banyuwangi bagian barat,” ujarnya.
Untuk benih kualitas wahid, satu benih cabai dibanderol Rp200. Sedangkan benih kualitas premium dijual antara Rp100 hingga Rp150.
“Tergantung kualitas. Setiap benih beda harganya,” tukasnya.
Repoeter : Eko Purwanto
Editor : Subhan


Komentar