oleh

Cuaca Ektrem, Palang Pintu Air Wilayah Korsda Genteng Dijaga 24 Jam

-Berita-1.721 views

BANYUWANGI –  Cuaca ekstrem di Banyuwangi masih terus berlanjut. Untuk itu berbagai langkah antisipasi bencana alam banjir terus dilakukan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Kordinator Sumberdaya Air (Korsda) Genteng. Rabo (19/10/2022).

Salah satunya dengan mensiagakan sejumlah petugas jaga di setiap palang pintu yang ada di wilayah Korsda Genteng. Penjagaan palang pintu dilakukan selama 24 jam.

Korsda Genteng, Dwi Prono mengatakan pihaknya telah menugaskan petugas juru pintu dan tenaga harian lepas (THL) di setiap bendungan.

Selama cuaca ekstrem seperti ini, seluruh tenaga yang ada disiagakan selama 24 jam penuh di setiap titik bendungan air.

“Pertama di Bendungan Setail Teknik. Itu bagaimana caranya selama 24 jam harus ada yang jaga saat cuaca ekstrem seperti ini. Dan teman-teman sudah standby,” cetusnya.

Selain menyiagakan petugas di Bendungan Setail Teknik, lanjut Dwi Prono, pihaknya juga menyiagakan selama 24 jam penuh di titik strategis yang berpotensi terjadinya luapan air.

Dwi Prono menyebut titik bendungan yang berpotensi terjadinya luapan air selain Bendungan Setail Teknik tercatat ada dua titik. Kedua titik itu juga dipantau dan dijaga penuh selama 24 jam ketika cuaca ekstrem saat ini.

“Termasuk mensiagakan petugas di bendungan depan Yos Cafe dan Kanal Pedhot, di Yosomulyo, Gambiran, yang berpotensi terjadinya luapan air,” terangnya.

Dwi Prono menambahkan pihaknya terus mengupayakan antisipasi lanjutan saat banjir datang. Salah satunya mensiagakan petugas di setiap titik rawan banjir.

“Bukannya membendung banjir, setidaknya ada langkah dan upaya yang bisa kita tangani bersama. Termasuk mendahulukan apa yang seharusnya dilakukan saat banjir itu datang,” imbuhnya.

Cuaca ektrem yang terjadi di Banyuwangi saat ini menurut Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrim yang terjadi dampak dari adanya fenomena La Nina.

La Nina adalah fenomena naiknya suhu muka laut (SML) di mana bagian tengah Samudera Pasifik mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Kondisi itu memicu percepatan pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada intensitas hujan yang dihasilkan.

“La Nina sedang terjadi di Samudera Pasifik itu yang menyebabkan hujan terjadi dengan intesitas tinggi,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi, Gede Agus Purbawa kepada wartawan.

Selain itu, imbas dari La Nina juga menyebabkan majunya jadwal musim penghujan di Banyuwangi. Seharusnya musim hujan terjadi pada bulan November, kali ini lebih maju sejak September lalu.

“Jadi musim hujannya maju. Di Banyuwangi barat dan selatan untuk puncak musim hujannya diprediksi Desember – Januari. Sementara Banyuwangi utara dan timur itu bisa Januari – Februari 2023 baru memasuki musim hujan,” ujarnya.

BMKG memprakirakan La Nina akan berlangsung hingga periode Desember 2022 hingga Februari 2023. Setelahnya akan berangsur menuju kondisi netral.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

“Apabila curah hujan tinggi, waspadai potensi angin kencang dan petir. Serta saat perjalanan di darat juga hati-hati jalanan licin, karena curah hujan meningkat,” pungkasnya.

 

Reporter : Eko Purwanto

Editor     : Subhan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News