oleh

Resmi Dibuka Gus Makki, KOLABORASI PAMERAN LUKISAN DAN SASTRA

Komunitas Satu Sama gelar pameran lukisan berkolaborasi dengan Lesbumi PCNU Banyuwangi, Jawa Timur , mereka menggelar karya di Ilyasin Studio, Plantaran Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Banyuwangi , 1-7 Februari 2023. Resmi Dibuka Ketua PCNU Banyuwangi KH. KH Moh Ali Makki Zaini (Gus Makki) .

Berbeda dari pameran perupa sebelumnya, kegiatan para perupa dan sastrawan Banyuwangi terketuk mengekspresikan diri karya lukisan dan performa sastra dari berbagai idealisme mereka.

IMG-20230205-WA0002

Pameran ini diikuti 70 perupa, diresmikan oleh Gus Makki dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti menandai pembukaan Pameran lukisan dilakukan oleh Gus Makki Ketua PCNU Banyuwangi.
Pameran lukisan Satu Sama resmi dibuka oleh Gus Makki, Rabo, 1 Pebruari 2023 Tampak juga hadir Hasan Basri, Ketua Dewan Kesenian Blambangan ( DKB ) dan beberapa komite DKB, pelukis, seniman , budayawan Banyuwangi dan masyarakat umum.

“Baru akan bisa terulang dengan momentum yg sama kelak 100 Tahun lagi. Selamat SATU SAMA berkolaborasi dengan LESBUMI telah mengisi aktivitas kesenirupaan satu-satunya di Banyuwangi dalam rangka memperingati 100 Tahun NU. Adem dan nyenengke, ” kata Gus Makki.

“Pameran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengiringi diselenggarakannya Harlah seabad NU, bersinergi antara Satu Sama dan Lesbumi PCNU Banyuwangi,” ungkap Gus Makki.

“Bahkan, para pelukispun sengaja ngaji langsung pada alam, menyebabkan para pelukis memiliki kemandirian serta kepekaan (hubungan) batin dengan kemanusiaan, perupa sesama perupa, perupa kepada masyarakat, kepada alam semesta dan seisinya, “urainya.

Gus Makki menambahkan seni lukis juga memiliki nilai jual dan bisa mendatangkan rezeki.

“Sektor ini pangsa pasarnya tertentu. Oleh karenanya semakin artistik dan berkarakter tambah menarik dan banyak dicari. Bisa punya nilai jual tinggi,” tuturnya.

IMG-20230205-WA0004

Sebanyak 70 karya dipajang, dalam satu gedung cukup representatif sebagai sebuah galeri milik pelukis Ilyasin. Kalau setiap pelukis yang diajak ikut pameran mengirimkan satu karya, berarti pameran ini diikuti 70 pelukis dengan karakter karya yang sama sekali tidak sama.

N. Kojin sebagai Ketua Panitia menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan.

“Dan tampaknya para pelukis itu telah melakukan upaya tersebut melalui pameran lukisan ini, “tambahnya.

“Saya senang menggelar pameran bersamaaan dengan hajatan harlah se abad NU, “kata N. Kojin yang juga koordinator

Satu Sama, menambahkan pihaknya memang tidak bermuluk-muluk dalam menentukan target sasaran yang hendak dicapai dari pameran.

“Ini adalah pameran apresiasi, tanpa target muluk perupa dan Lesbumi ini lebih berbudaya, dari dulu NU memang memperhatikan seni dan budaya,” urainyanya.

IMG-20230205-WA0003

Sementara menurut Ketua Dewan Kesenian Blambangan ( DKB ) Hasan Basri , menyatakan dengan bahasa kurotarial yang santai, Komunitas Satu Sama dan kelompok Lesbumi sangat bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gayanya masing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dlm berkreatifitas.
“Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman.

“Mari kita bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, salah satunya adalah pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif,” terangnya.

Sementara Owner Ilyasin galery menjelaskan , yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa di sebuah Desa Tamansuruh ini , diharapkan banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Ilyasin menyampaikan kurotarialnya.

“Mayoritas karya yang ditampilkan karya seni rupa realistik, seorang seniman berusaha untuk menyalin sebuah subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran. Seni yang memiliki makna berbeda-beda tergantung dari sudut mana melihatnya, pasti tidak mudah mewujudkan. Dari berbagai media, nafas, karakter gaya, pakem, corak, aliran, dan idialisme para pelukis tentunya dibutuhkan konsentrasi penuh, “pungkas Ilyasin.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *