oleh

PKK Desa BOMO adakan Pelatihan Pembuatan Jamu

PKK desa Bomo kecamatan Blimbingsari mengadakan Pelatihan Pembuatan Jamu pada Ahad, (10/09/2023) di aula kantor desa.

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari unsur PKK dan kader desa Bomo. Mendatangkan nara sumber yang sudah 10 tahun lebih menekuni bisnis minuman Temulawak “IJEN”, Nur Laila, S.Pd.
Wanita paroh baya yang tinggal di desa Badean ini menyampaikan materi tentang Jamu Tradisional yang masih menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pengobatan di era milenial ini. Karena jamu atau yang belakang banyak disebut dengan istilah herba atau herbal ini relatif lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping dibandingkan dengan obat kimia. Jamu adalah obat tradisional, dari bahan alami berupa daun-daunan, biji-bijian, akar-akaran, buah-buahan, rempah-rempah, empon-empon dan bahan alami lainnya. Di olah secara tradisional atau alami dengan cara direbus atau diseduh.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Jamu ini dipilih karena kebutuhan masyarakat khususnya para kader PKK akan pengetahuan yang lebih mendalam tentang jamu. Tentang jenis jamu, bahan-bahan dan manfaat atau khasiatnya, juga cara pengolahannya. Karena kebanyakan orang merasa, pembuatan jamu itu ribet. Padahal sebenarnya sangat simple dan mudah, demikian kata Nur Laila, meyakinkan. Seakan menegaskan bahwa membuat jamu itu, terutama untuk kebutuhan konsumsi sendiri sangatlah mudah, murah dan sesuai selera atau kebutuhan individu.
Jamu merupakan budaya warisan leluhur. Sudah terbukti kemanfaatannya bahkan sejak pada masa-masa kerajaan dulu. Saat ini pun jamu menjadi alternatif pilihan pengobatan.
“ Cukup di memarkan dan diseduh dengan air mendidih, sudah bisa dinikmati. Tidak harus bikin banyak, di blender dan direbus lama, sehingga terkesan ribet”, demikian Nur Laila memberikan tips bikin jamu yang simple. Minum jamu atau mengkonsumsi minuman kesehatan secara rutin, setiap hari dengan porsi yang sesuai, sangat membantu menjaga kesehatan dan stamina serta imunitas.

“Pada jamu Kunyit asam misalnya. Selain manfaat asam bisa mencerahkan dan menghaluskan kulit, membuat wajah lebih glowing, warna kuning pada kunyit karena adanya pigmen dari senyawa kurkumin. Kurkumin mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi yang bisa meremajakan sel-sel tubuh, dan anti kanker”, jelas Nur Laila panjang lebar.

Dia menambahkan, “ Jamu kunyit asam juga bisa mengatasi nyeri saat haid, karena mengandung senyawa curcumenol yang bertugas sebagai analgesik atau anti nyeri. Temulawak juga sangat baik untuk menjaga kesehatan liver dan mengontrol kolesterol”.
Selain berkhasiat kesehatan, jamu juga memiliki potensi bisnis yang sangat bagus. Jamu bisa dikemas dalam bentuk minuman dengan kemasan dan penyajian yang sangat menarik. Bahkan bisa dijadikan menu pilihan minuman pada rumah makan, cafe dan resto. Seperti yang dikembangkan Nur Laila, produser syrup Temulawak “IJEN”, sudah sepuluh tahun lebih menjadi supliyer beberapa rumah makan dan cafe di Banyuwangi.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Jamu yang dikemas secara sederhana ini tetap menarik antusias para peserta yang notabene para ibu ini. Apalagi pada sesi mencicipi jamu kunci sirih dan kunyit asam yang dibuat. “mantap sekali rasanya bu. Lebih enak dari pada yang biasa kita beli di bakul. Selain itu juga lebih murah dan cara membuatnya juga mudah”, komentar salah satu peserta dengan senyum manis penuh ceria.

“Saya berharap, kegiatan sederhana ini memberikan manfaat khususnya untuk ibu-ibu pkk desa Bomo. Dengan mengetahui manfaat jamu dan bisa cara membuatnya yang ternyata sangat mudah, mereka bisa bikin jamu sendiri di rumah untuk kebutuhan dan menjaga kesehatan keluarga. Demikian juga yang diharapkan Bapak Ir. Moh. Sutikno, kepala desa Bomo, ” demikian disampaikan ibu sekdes desa Bomo, Lilis Setyorini.

Pada sesi tanya jawab juga tidak kalah serunya. Beberapa peserta bertanya tentang khasiat jamu kunci sirih, galian singset, macan kerah, gepyokan, dll. Dengan gayanya yang kalem, Nur laila menjelaskannya satu per satu. Suasana masih terasa gayeng dan ceria hingga selesai dengan menyelesaikan pula icip-icip jamu yang masih tersisa.  Semangat dan selamat menjadi perawat keluarga yang hebat dan kreatif untuk para bunda hebat desa Bomo.(NUL,72)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *