Peringatan Hari Kopi Nasional yang jatuh setiap 11 Maret menjadi momentum penting bagi para petani dan pecinta kopi untuk merefleksikan perjalanan panjang komoditas kopi di Indonesia.
Bertempat dikantor Ronggolawe Enterprises Kalibaru Banyuwangi, Rabu (11/03/2026) peringatan tahun ini tidak hanya diisi dengan diskusi dan kebersamaan antar pegiat dan petani kopi, tetapi juga berhasil melahirkan sebuah gagasan strategis untuk masa depan kopi daerah serta kopi nasional.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pegiat komunitas pecinta kopi, petani kopi, serta para pengusaha industri kopi lokal tersebut, muncul wacana pembentukan sebuah asosiasi yang secara khusus mewadahi para pegiat dan petani kopi. Gagasan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas produksi, serta memperluas jaringan pemasaran kopi Banyuwangi hingga sekala Nasional.
Gagasan pembentukan Asosiasi Petani Kopi tersebut disampaikan oleh Fathan Himami di tengah diskusi yang berlangsung hangat dalam rangkaian acara peringatan Hari Kopi Nasional. Menurutnya, keberadaan sebuah asosiasi sangat penting sebagai wadah bersama bagi para petani kopi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem industri kopi.
“Ke depan kita berharap para petani kopi tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya asosiasi, para petani dapat memiliki ruang untuk berkolaborasi, meningkatkan kualitas, serta memperjuangkan kepentingan bersama agar kopi Banyuwangi semakin berkembang,” ujarnya.
Para peserta yang hadir sangat menyambut baik dengan adanya gagasan tersebut. Mereka menilai bahwa kolaborasi antara petani, komunitas pecinta kopi, dan para pelaku usaha menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan sektor kopi, tidak hanya di Banyuwangi tetapi juga hingga ditingkat nasional.
Dengan potensi kopi yang dimiliki oleh Banyuwangi, pembentukan asosiasi ini diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas kopi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. Selain itu, asosiasi juga diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi dalam pengembangan kualitas, pelatihan, hingga promosi kopi lokal.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Kopi Nasional tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gus Faris dan Ustad Soleh, sebagai harapan agar ikhtiar para petani dan pecinta kopi dalam memajukan kopi Banyuwangi mendapatkan keberkahan serta membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.
Melalui momentum Hari Kopi Nasional ini, para pegiat kopi di Banyuwangi menegaskan komitmen mereka untuk terus menjaga kualitas, memperkuat kebersamaan, serta membangun masa depan kopi yang lebih maju dan berkelanjutan. (*/abe/ahha)


Komentar