Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) senyampamg halal bihalal, mengadakan peningkatan kapasitas kru dengan adakan pelatihan reportase di Studio Bisma FM Gambiran, Minggu, 12 April 2026,dengan hadirkan pegiat Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dan wartawan online.
Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong royong’45 Aguk Wahyu Nuryadi selaku pembina JRKBB berharap sebagai insan pers, semua menyadari fungsi media tak sekedar hiburan tapi juga informasi dan edukasi. Dan hendaknya anggota JRKBB programnya tak tak hanya karaoke, tapi ada talkshow, podcast, putar ILM maupun sampaikan warta berita.
“Setelah hari pers 9 Februari lalu di Kedai Makmoer saat pelantikan JRKBB dengan mengundang pemimpin umum Jurnal news dan Sastra wacana. Co. Id serta sinergi media, dari Dinas Kominfo dan Persandian Nafi Ferdian ingatkan untuk patuhi regulasi dan buat pendengar cerdas dan melek informasi dengan fakta tanpa hoax!Maka hari ini kita praktek baca berita, laporan langsung di lapangan dan juga ikuti era digital dengan bermain di media sosial, ” tukas Bung Aguk–denikian panggilan akrabnya yang juga reporter pertama Radio Mandala di awal Reformasi dan kini aktif sebagai wartawan Menara Madinah. Com ini.
Dalam akhir sambutannya, Aguk disamping minal aidin wal faidzin mengajak audience baca ummul kitab untuk mantan Ketua JRKI Jatim Untung Surojo serta orangtua pengurus JRKBB yang juga baru meninggal:Al Fatihah… Aamiin.. mugi husnul khotimah.
Wakil Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Jatim, Hadi Purwanto, yang sudah 29 tahun gawangi Radio Planet FM Bajulmati, ajak peserta jadi jurnalis warga di era tranformasi era digital untuk lebih bermakna dan manfaat untuk masyarakat. Sembari bekali dasar 5W+1H juga untuk perhatikan fakta yang obyektif tanpa opini, obyektif berimbang, sistematika runtut baik sesekali kalimat langsung, ejaan yang benar dan “bekali dokumentasi dengan caption atau keterangan yang mendukung! ” tutur pemilik channel Ha Pe Aja, nama udara Venus dan pemegang Kartu Pers Jurnal news PT Tampo Mas Grup ini.
Acara yang dipandu Haderi dari Radio Komunitas BRIT FM Gendoh Sempu ini lanjut menampilkan narasumber jurnalis yang konten creator, Maulana Affandi, SS, pemimpin umum Sastra wacana. Ia berikan ilmu soal pahami demografi sasaran informasi dan primetime yang bernilai. “Jadi paham ya TKW Taiwan dan Hongkong yang proaktif dan para emak-emak enjoy mendengar sekira pukul 09.17-10.45, “tutur alumni UNEJ yang kini tempuh S-2 di Universitas Muhammadiah Malang ini yang punya viewers jutaan ini.
Yang menarik peserta untuk buka aplikasi spotify dan praktek siaran yang langsung didengarkan seantero. ” jadi saya bisa hari ini punya 4-5 channel radio tanpa beli pemancar, tanpa buat studio standar, tanpa ijin serta bisa beriklan profesional dan ILM, ” ungkapnya sambil senyum.
Pimpinan Bisma FM Hariyanto persilahkan kru nambah penghasilan dan memperluas jejaring untuk nambah rejeki. Mesti ikuti jaman dan banyak pilihan sistem aplikasi termasuk streaming via fb atau tiktok dan youtube.
Pelatihan ditandai juga Ketua JRKBB Bambang Irawan menyerahkan sertifikat buat narasumber dan buat kader kartu pers JRKBB serta dipungkasi doa oleh pengusaha lontong lepet dan juragan pisang Ki Sukirman dari Radio Krisna FM Wongsorejo. (Yeti Chotimah/Haderi)


Komentar