BANYUWANGI – Banyuwangi memiliki ratusan mata air. Salah satu mata air tertua dan bersejarah adalah Mata Air Gedor, di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro yang terletak di kaki Gunung Ijen.
Sumber air ini merupakan salah satu mata air utama yang digunakan oleh PUDAM (Perusahaan Air Minum Daerah) Banyuwangi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.
Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak tahun 1926 dan mulai beroperasi pada tahun 1927. Jadi dapat dikatakan bahwa ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.
Area ini berada di tengah hutan dengan pepohonan tinggi dan rindang, namun tidak jauh dari rumah-rumah penduduk. Suasananya terasa sejuk di area ini, mengingat lokasinya berada di lereng Gunung Ijen.
PUDAM Banyuwangi sangat melindungi wilayah ini. Sistem pengelolaan airnya tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan air hingga dialirkan ke masyarakat.
Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Mata Air Gedor tidak pernah kering meskipun usianya hampir seabad.
PUDAM juga mulai membuka area ini untuk wisata edukasi. Para siswa dapat melihat sumber daya ini secara langsung, termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini, pengunjung juga dapat merasakan kesegaran air dari sumbernya setelah disuling dengan cara sederhana.
“Kami sangat mendukung PUDAM untuk memperkenalkan kawasan ini kepada siswa dan masyarakat. Ini juga merupakan semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan sekitarnya. Ini akan menjadi wisata pendidikan alternatif, terutama karena ini bisa dikatakan sebagai semacam cagar budaya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan tersebut, Rabu (13/5/2026).
Direktur PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, menambahkan bahwa air di Sumber Gedor sangat jernih. “Airnya kaya mineral, sehingga menyehatkan tubuh. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” ujarnya.
Menurut Abdurrahman, di tempat ini anak-anak dapat belajar bagaimana air alami diproses hingga sampai ke rumah mereka. Bahkan, siswa dapat langsung meminum air mata air murni setelah disuling.
“Di sini, siswa dapat melihat bagaimana air dari alam disalurkan ke rumah-rumah penduduk, sehingga diharapkan kesadaran akan perlindungan lingkungan akan tumbuh sejak usia dini,” katanya.
Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan di sekitar mata air Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Berbagai jenis tumbuhan terdapat di sana, seperti pohon keluwek, jambu biji, hazelnut, dan masih banyak lagi. (*)


Komentar