“KICAU” (Kenali Insiden, Cegah Api, Utamakan Keselamatan) merupakan kegiatan praktik belajar lapangan yang diselenggarakan oleh 10 mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di bawah bimbingan Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D. Kegiatan ini dilakukan di SMAN 5 Depok sebagai bentuk upaya dalam peningkatan budaya K3 di sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei sekolah sebagai dasar untuk menentukan tema intervensi melalui kaji bahaya dan risiko, hasil kaji bahaya dan risiko menunjukkan bahwa kebakaran memiliki tingkat risiko tertinggi. Melalui observasi, ditemukan bahwa laboratorium PKWU secara rutin digunakan untuk praktik memasak dan dilengkapi dengan kompor serta tabung gas LPG, laboratorium ini berdekatan dengan kelas serta laboratorium kimia sehingga meningkatkan potensi risiko terjadinya kebakaran. Di samping itu, area kantin sekolah yang juga menggunakan gas LPG dan peralatan memasak setiap hari turut menjadi sumber potensi bahaya kebakaran, tidak adanya fasilitas keselamatan yang memadai juga perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian risiko di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, hadirlah program “KICAU” yang bertujuan untuk menyebarluaskan dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa/i terhadap keilmuan K3 yang mana berfokus pada pengendalian serta pencegahan kebakaran. Melalui kegiatan ini, siswa/i diajak untuk mengenali apa itu K3, penyebab serta proses terjadinya kebakaran, dan pengendalian kebakaran berupa penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar.
Kegiatan “KICAU” dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, yang diawali dengan sesi pembukaan dan sambutan dari Siti Nadya selaku ketua pelaksana. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Doni Hikmat Ramdhan, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D. selaku dosen pembimbing, serta M. Yasin A., S.Kom. sebagai Waka Humas sekaligus perwakilan dari pihak SMAN 5 Depok. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama serta pemberian sarana pendukung keselamatan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alarm kebakaran. Beliau turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program edukasi keselamatan di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta pencegahan kebakaran. Setelah itu, tim edukator menyampaikan materi mengenai apa itu K3, perbedaan serta identifikasi bahaya dan penilaian risiko di lingkungan sekolah. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa/i dalam mengenali berbagai potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun keadaan darurat di lingkungan sekitar. Sebagai bentuk penguatan materi, peserta diajak mengikuti permainan interaktif hazard hunt yang dikemas secara menarik dan berhadiah sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung.
Setelah sesi istirahat singkat, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Kesejahteraan Kampus Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) Universitas Indonesia. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai teori segitiga api, faktor-faktor penyebab kebakaran, klasifikasi kebakaran, hingga langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi insiden kebakaran. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan jenis-jenis APAR serta prinsip penggunaan APAR yang benar dan aman.
Puncak kegiatan “KICAU” adalah pelaksanaan simulasi penggunaan APAR di lapangan sekolah. Dalam sesi praktik ini, siswa/i diberikan kesempatan untuk secara langsung mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan APAR di bawah pendampingan dan pengawasan instruktur. Melalui pengalaman praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar yang dapat diterapkan apabila menghadapi situasi darurat kebakaran di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Setelah seluruh rangkaian edukasi dan simulasi selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan. Selanjutnya, peserta mengerjakan post-test dan mengisi survei kepuasan untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah dilaksanakan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi buku saku kesiapsiagaan bencana dan kebakaran yang telah disusun sebagai media edukasi berkelanjutan bagi warga sekolah. Selain itu, diumumkan pula peserta terpilih sebagai Safety Mate yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah.
Melalui program “KICAU”, diharapkan siswa/i SMAN 5 Depok memiliki pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan yang lebih baik dalam mengenali potensi bahaya kebakaran serta melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang tepat. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa K3 FKM UI dalam mendukung terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja sejak dini di lingkungan pendidikan, sehingga sekolah dapat menjadi tempat belajar yang lebih aman, sehat, dan siap menghadapi keadaan darurat. (Miska)


Komentar