oleh

Bahas Dampak Nilai Dolar, MSAI Gelar Diskusi di Desa Glagah

Diskusi terkait melemahnya nilai rupiah terhadap dolar yang kini tembus 18 ribu berlangsung di kediaman Zamroni, Desa Glagah, pada Minggu (14/6/26) oleh Majelis Silaturahmi Agama Islam (MSAI).

Amir MSAI, Ustadz Ghufron Amrullah, LC, menjelaskan bahwa tema diskusi ini diangkat untuk memahami dampak dolar, terutama bagi masyarakat desa yang jarang berinteraksi dengan mata uang tersebut. Ia mengaitkan kondisi saat ini dengan sejarah pengelolaan baitul mall di zaman Rasulullah dan berbagai program sosial pada era Presiden Soeharto yang mendukung kesejahteraan rakyat tanpa memandang agama untuk melaksanakan UUD 1945.

Drs. H. Adi Purnomo mengungkapkan bahwa Indonesia sering terjebak dalam permainan elit global, mengesampingkan jati diri bangsa. Ia menyoroti bahwa pernyataan pejabat dan isu politik berpengaruh pada nilai rupiah, disertai dengan komentar tentang pengaruh media sosial dan tindakan mafia yang memanfaatkan kepentingan tertentu.

Aktivis muda Nabil yang main pasar saham ingatkan buzzer medsos dan ucapan pejabat pengaruhi nilai rupiah ke dolar.

Kapten pelaut Rudi Kamseno, yang pernah tinggal di Iran, menekankan pentingnya kerukunan rakyat dan pemimpin yang hidup sederhana dalam menjaga stabilitas negara. Ia menyatakan bahwa demokrasi sejati seharusnya mengutamakan pertanggungjawaban, bukan sekadar suara terbanyak.”Karena hasil akhir ditentukan hasil siapa operator dibelakang laptop! “

Sudjono, seniman pencipta lagu osing menyoroti kecenderungan pemilih yang lebih memilih calon berdasarkan iming-iming bantuan, alih-alih melihat kualitas calon tersebut. Aparat pengaruhi rakyat dengan bansos dari uang pajak dan pemilik suara terapkan mental NPWP wani piro.

Sementara Naufal, seorang lawyer, mengajak komunitasnya untuk berkolaborasi dalam gerakan wakaf baitulmal keluarga dan menciptakan peluang usaha untuk membantu sesama. Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat berpengaruh terhadap nilai rupiah terlebih disiplin dan akhlak ASN dalam melayani publik.

H. Juwaini turut berpesan agar pejabat tidak menyalahgunakan uang pajak rakyat, mendorong agar rejeki yang didapat dapat membawa berkah.”Hendaknya kekayaan alam di bumi Blambangan bermanfaat buat semua rakyat, tidak segelintir pejabat dan mantan pejabat saham kosong maupun investor asing! “

Zamroni, SE, mengajak semua pihak untuk peduli pada sesama, terutama UMKM, dan menekankan pentingnya aspirasi masyarakat dalam pembangunan daerah. “Jadi kebijakan dan pelaksanaan tak manut konsultan atau mentor, tapi hasil musyawarah pemda eksekutif dan legislatif, ” tekan anggota DPRD ini seraya berharap semua mau tandang bareng gotongroyong.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat dan menciptakan kolaborasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. (Bung Aguk/AM/JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *