Banyuwangi, Jurnalnews.com – Usaha peternakan bebek petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Produktivitas telur terus meningkat dan kini telah mencapai sekitar 22 persen dari total 700 ekor bebek yang dipelihara.
Saat ini, sebanyak 700 ekor bebek mampu menghasilkan sekitar 150 butir telur dalam dua hari ini. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada pekan pertama, ketika produksi masih berkisar antara 50 hingga 100 butir.
Ketua BUMDes Desa Bajulmati, Miftahus Surur, mengatakan peningkatan produksi akan terus terjadi seiring bertambahnya usia bebek yang saat ini baru menginjak enam bulan dan masih dalam tahap awal masa bertelur.
“Ini bebek baru belajar bertelur, sehingga belum semuanya berproduksi. Selain itu, baru sekitar dua minggu masuk kandang, jadi produktivitasnya masih akan terus meningkat,” ujar Miftah saat ditemui di kandang bebek yang berada di tanah kas desa, sekitar 100 meter di timur Puskesmas Bajulmati, Minggu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, hasil produksi telur sementara masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Telur dijual dengan harga Rp2.000 per butir, sedangkan untuk pembelian dalam jumlah banyak diberikan harga khusus sebesar Rp1.800 per butir.
“Hasil produksinya memang masih terbatas, sehingga pembelinya sementara masih warga sekitar,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan, sebanyak 700 ekor bebek menghabiskan sekitar satu kuintal pakan setiap hari. Pakan tersebut merupakan campuran 80 persen konsentrat dan 20 persen bekatul. Harga konsentrat saat ini mencapai sekitar Rp700 ribu per kuintal.
“Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yakni pukul 07.00 WIB dan pukul 16.00 WIB agar pertumbuhan dan produktivitas bebek tetap optimal,” jelasnya.
Menariknya, peternakan bebek milik BUMDes ini menerapkan sistem tumpang sari. Di bawah kandang bebek dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele yang kini telah ditebar sebanyak 5.000 bibit.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan keuntungan ganda bagi BUMDes, yakni dari hasil penjualan telur bebek sekaligus panen ikan lele, sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa dan menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif dan berkelanjutan.
(Venus)


Komentar