Banyuwangi, Jurnalnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, mulai mengalami kendala. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, sedikitnya tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan sementara operasionalnya sehingga ribuan penerima manfaat tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi.
Penghentian layanan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa maupun penerima manfaat lainnya. Beredar informasi bahwa salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan keterlambatan pencairan dana operasional dari pemerintah, meski terdapat pula kendala teknis yang disampaikan oleh pihak pengelola.
Di Kecamatan Wongsorejo, surat pemberitahuan penghentian sementara distribusi MBG telah diterima oleh sejumlah wali murid, termasuk di SMP Negeri 1 Wongsorejo. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pendistribusian MBG bagi siswa, ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), balita, serta penerima manfaat lainnya dihentikan sementara mulai Kamis (30/7/2026) hingga waktu yang belum ditentukan.
“Pendistribusian MBG penerima manfaat siswa dan penerima (B3), Bumil, Busui, Balita kami berhentikan sementara terhitung sejak Hari Kamis 30/07/2026 sampai batas waktu yang belum ditentukan,” demikian isi surat pemberitahuan yang diterima para wali murid.
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Wongsorejo, Saiful Bahri, belum dapat ditemui. Namun seorang staf SPPG membenarkan adanya penghentian sementara operasional.
“Benar, kami sedang libur. Penyebab pastinya saya kurang tahu. Informasi dari Pak Saiful, saat ini sedang dilakukan reset akun karena tidak bisa melakukan pemesanan bahan makanan secara online,” ujar seorang staf SPPG Wongsorejo.
Kondisi serupa juga terjadi di SPPG Sumberanyar. Melalui surat pemberitahuan yang diterima wali murid MTsN 12 Banyuwangi, disampaikan bahwa sejak Rabu (29/7/2026), distribusi MBG dihentikan sementara karena SPPG Sumberanyar tidak beroperasi.
Kepala SPPG Sumberanyar, Ridho Wismandana, membenarkan penghentian operasional tersebut. Namun ia enggan menjelaskan penyebabnya.
“Iya, benar sementara tutup, Pak,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp.
Sementara itu, SPPG Alasrejo juga sempat menghentikan pelayanan MBG selama hampir sepekan. Kepala SPPG Alasrejo, Ammar Dzaki, menyebut penghentian operasional terjadi karena dana bantuan operasional belum dicairkan.
“Dana banpernya belum cair, Mas,” ungkap Ammar.
Dengan adanya tiga SPPG yang mengalami penghentian operasional dalam waktu berdekatan, muncul dugaan bahwa persoalan serupa juga dialami SPPG lain di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab menyeluruh maupun langkah penanganan agar program MBG dapat kembali berjalan normal di seluruh wilayah. (Venus).


Komentar