Banyuwangi, Jurnalnews.com – Sebanyak 180 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi ditarik setelah menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.
Penarikan mahasiswa KKN tersebut dilaksanakan secara seremonial di Pendopo Kecamatan Wongsorejo, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 180 mahasiswa, 12 dosen pembimbing, serta perwakilan pemerintah desa se-Kecamatan Wongsorejo.
Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember, Dr. Moh. Dasuki, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Wongsorejo serta seluruh pemerintah desa yang telah memberikan ruang, akses, dan fasilitas kepada para mahasiswa selama menjalankan program KKN.
“Atas nama lembaga, kami mengucapkan terima kasih kepada Camat Wongsorejo dan para kepala desa yang telah memfasilitasi adik-adik KKN UIN KHAS selama berada di Banyuwangi dan melaksanakan kegiatan pengabdian selama 40 hari,” ujar Dasuki.
Dari total 180 mahasiswa, sebanyak 133 merupakan mahasiswa perempuan dan 47 mahasiswa laki-laki. Selama berada di Wongsorejo, mereka menjalankan berbagai program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk sejumlah kegiatan yang bersifat aplikatif dan tidak diperoleh secara langsung di bangku perkuliahan.
Menurut Dasuki, sejumlah program yang dihasilkan mahasiswa di beberapa desa dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mencontohkan mahasiswa di Desa Sidowangi yang berhasil membuat program persuratan online berbasis digital. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengurus surat tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa.
Selain itu, terdapat mahasiswa UIN KHAS yang membuat karya tulis di wisata pantai Kalitopo di desa Sidodadi, ada pula program pembuatan pakan ternak bagi petani dan peternak, pengelolaan sampah di Desa Alasrejo, serta inovasi pembuatan kecap dari limbah kulit pisang di Desa SumberKencono.
“Ini luar biasa. Kalau karya-karya tersebut dirawat dan terus dikembangkan, tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Bahkan, insyaallah pahalanya akan terus mengalir,” kata Dasuki.
Sementara itu, Camat Wongsorejo, Moh. Mahfud, berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak berhenti berkomunikasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat di lokasi KKN meski masa pengabdian telah berakhir.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari selesainya program selama 40 hari, tetapi juga dari keberlanjutan program yang telah ditinggalkan kepada masyarakat.
“Terkait hasil karya KKN UIN KHAS, monggo selalu dikomunikasikan dan dipantau terus agar bermanfaat dan memberikan jariyah. Program-program yang Anda tinggalkan itu bisa terus mengalir manfaatnya,” ungkap Camat Mahfud.
Mahfud juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UIN KHAS Jember selama berada di Kecamatan Wongsorejo. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN di Banyuwangi merupakan langkah yang tepat, mengingat Kabupaten Banyuwangi saat ini banyak menjadi rujukan daerah lain di Indonesia dalam berbagai bidang pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Anda sudah tepat masuk ke Banyuwangi untuk KKN di sini. Karena Kabupaten Banyuwangi sekarang menjadi rujukan dari kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Atas nama Pemerintah Kecamatan Wongsorejo, Mahfud menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap kerja sama antara UIN KHAS Jember dengan Pemerintah Kecamatan Wongsorejo dapat terus berlanjut, sehingga pada masa mendatang mahasiswa kembali mendapatkan kesempatan melaksanakan KKN di wilayah tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Wongsorejo menyampaikan terima kasih telah melakukan tugas-tugas di tempat kami. Semoga adik-adiknya dapat kembali dikirim ke sini untuk KKN di Wongsorejo,” pungkasnya. (Venus).


Komentar