Banyuwangi – Tim dosen Universitas PGRI Banyuwangi telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penerapan sistem monitoring digital berbasis Radio Frequency Identification–Internet of Things (RFID–IoT) pada UKM ‘Sumber Barokah Farm’, Desa Jambewangi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital pada sektor peternakan rakyat melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akurasi pencatatan, pemantauan kesehatan, dan pengelolaan produktivitas ternak berbasis data.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Banyuwangi bersama mitra UKM Sumber Barokah Farm dalam kegiatan penerapan sistem monitoring digital berbasis RFID–IoT.
UKM ‘Sumber Barokah Farm’ merupakan usaha peternakan domba rakyat yang mengelola sekitar 270–300 ekor domba aktif, terdiri dari domba pedaging, indukan, dan anakan. Sebelum penerapan teknologi digital, proses pencatatan ternak masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan maupun perangkat Android sederhana yang belum terintegrasi dalam satu sistem database.
Melalui program ini, tim Dosen Universitas PGRI Banyuwangi menerapkan sistem monitoring digital yang mengintegrasikan identitas ternak, pencatatan data, database, dan dashboard pemantauan. Setiap ternak diberikan identitas digital sehingga data individu ternak dapat dicatat dan ditelusuri dengan lebih mudah.
Peternak menggunakan aplikasi digital untuk melakukan pencatatan data individu ternak secara langsung di lokasi kandang.
Salah satu perubahan utama dari penerapan teknologi ini adalah proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai beralih menggunakan sistem digital melalui smartphone. Peternak dapat memasukkan data ternak seperti jenis kelamin, umur, tanggal pencatatan, bobot badan, status kesehatan, serta riwayat penyakit secara lebih praktis dan terstruktur.
Selain penerapan perangkat, tim juga memberikan pelatihan kepada mitra mengenai penggunaan sistem monitoring digital, mulai dari pengenalan teknologi, proses input data, hingga pemanfaatan dashboard monitoring.
Secara sederhana, sistem bekerja melalui tiga tahapan utama. Pertama, setiap ternak diberikan identitas digital. Kedua, data ternak dibaca melalui perangkat pemindai dan dikirimkan ke sistem. Ketiga, informasi ternak ditampilkan melalui dashboard yang dapat diakses menggunakan komputer maupun smartphone.
Teknologi ini mendukung pemantauan kesehatan dan produktivitas ternak secara lebih terarah. Data pertumbuhan, kondisi kesehatan, serta riwayat pemeliharaan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan tindakan perawatan, pemberian treatment, hingga evaluasi performa ternak.
Kegiatan ini dipimpin oleh Siti Napisah sebagai ketua pelaksana bersama anggota tim Dewi Sartika dan Fajar Wahyu Prasetyo, serta melibatkan mahasiswa dari bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektro dalam proses instalasi perangkat, pengujian sistem, dan pendampingan penggunaan teknologi bersama mitra.
Penerapan sistem monitoring RFID–IoT ini menjadi salah satu langkah menuju konsep ‘Smart Livestock Farming’ pada peternakan rakyat. Melalui integrasi teknologi digital, data ternak dapat dikelola secara lebih cepat, akurat, dan mudah diakses untuk mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim Dosen Universitas PGRI Banyuwangi menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung modernisasi peternakan berbasis data.
Ucapan terima kasih kepada:
KEMENDIKTISAINTEK
*Program Kemitraan Masyarakat Tahun Pelaksanaan 2026 (Miskawi)


Komentar