Banyuwangi, Jurnalnews.com – Lomba perahu layar tradisional Jawa-Bali kembali digelar di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (30/8/2026).
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, lomba yang dipusatkan di Pantai Tunjungan Beach tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 46 peserta ambil bagian dalam perlombaan ini. Dari jumlah tersebut, 10 peserta berasal dari Pulau Bali, sementara peserta lainnya merupakan nelayan lokal dari wilayah Bulusan dan Ketapang, Banyuwangi.
Kepala Desa Bangsring, Sutoyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pengunjung, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Bangsring mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Desa Bangsring. Hari ini merupakan lomba atau kegiatan penutup rangkaian kegiatan Agustus dalam rangka HUT RI ke-81, yang kami tutup dengan lomba perahu layar tradisional Jawa-Bali,” ujar Sutoyo.
Sutoyo mengaku bersyukur karena lomba perahu layar tradisional tersebut dapat kembali digelar untuk ketiga kalinya. Tahun ini, para peserta memperebutkan Piala Bergilir Kepala Desa Bangsring, trofi, serta hadiah uang tunai dengan total mencapai Rp5 juta.
Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, Pemerintah Kecamatan Wongsorejo, jajaran TNI dan Polri, hingga para sponsor.
“Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan masyarakat, pemerintah kecamatan, pihak kepolisian dan TNI, serta para sponsor, yakni Wisata Rumah Apung, Pesona Bahari milik Pak Sandi, Yoris Aquarius milik pengusaha Pak Suraji, dan Rumah Makan Pakde Isun milik Sukirno,” ungkapnya.
Sutoyo berharap lomba perahu layar tradisional Jawa-Bali dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga menjadi agenda yang mampu memperkuat hubungan masyarakat pesisir sekaligus mendukung sektor pariwisata di Desa Bangsring.
“Sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas partisipasinya. Semoga tahun depan kegiatan ini dapat kembali terselenggara,” harapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Tidak hanya warga Desa Bangsring, pengunjung dari luar daerah juga turut datang menyaksikan aksi para peserta mengendalikan perahu layar tradisional di perairan Pantai Tunjungan Beach.
Selain menjadi ajang perlombaan dan hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. Sejumlah pelaku UMKM di sekitar lokasi ikut merasakan peningkatan aktivitas dan pemasukan selama kegiatan berlangsung.
Lomba perahu layar Jawa-Bali ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Bangsring, dengan menggabungkan unsur olahraga tradisional, budaya maritim, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
(Venus)


Komentar