oleh

Seru..! Nonton Wayang Kulit Seperti Di Warung Lesehan

BANYUWANGI – Dalam rangka bersih desa dihari jadi yang ke 22, desa Sarimulyo kecamatan Cluring Jawa Timur, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk, acara yang sebelumnya diadakan ruwatan desa itu dilaksanakan kemarin, berlokasi dijalan depan kantor desa pada kamis (25/10) pukul 21.00 wib. Jumat (26/10/2018).

Pagelaran wayang kulit mengambil judul “Jiwo Minulyo” dimainkan oleh Ki Dalang yang biasa disebut dengan julukan Sabet Alap – Alap dari kota Jember yaitu Ki Edi Siswanto Mc.

Sebelum acara dimulai, sempat unjuk keboleh dalang cilik memutar balikkan wayang, juga pengendang cilik yang lihai memainkan ketipung, mereka semua adalah anak – anak dari desa Sarimulyo.

Gunungan diserahkan kepada sang dalang sebagai tanda lakon dimulai. Acara tersebut dihadiri oleh Forpimka kecamatan Cluring, perangkat desa BPD dan warga. Turut hadir tamu undangan dari para calon anggota legeslatif yang waktu itu juga disebut namanya oleh MC pembawa acara.

Kegiataan itu selain rangkaiaan dari acara bersih desa juga bertujuan menghibur masyarakat desa Sarimulyo yang dilaksanakan satu tahun sekali, seperti dijelaskan oleh Didik Eko Andriyanto kepala desa Sarimulyo.

“Acara ini kita laksanakan satu tahun sekali, bertujuan agar masyarakat semakin erat untuk menjalin silaturohmi dan guyub rukun ikut membangun desa yang asri,” terangnya.

Semakin larut waktu tidak terasa, semakin hangat swasana menyelimuti situasi malam itu. Karena, penonton tidak diberi kursi melainkan duduk bertikar ala warung lesehan dan penonton dimanjakan lidahnya oleh panitia dengan panganan polopendem.

“Enak mas.. nonton wayang seperti diwarung lesehan.” Ucap penonton saat menjelaskan kepada Jurnalnews.com dilokasi.

Warga duduk lesehan sambil menikmati suguhan berupa polopendem
Warga duduk lesehan sambil menikmati suguhan berupa polopendem

Sementara diwaktu yang berbeda, Camat Cluring Yopi Bayu Irawan dalam sambutannya menyampaikan agar warga sarimulyo tertib membayar PBB (pajak bumi dan bangunan) agar pembanguna berjalan lancar,” kami berharap warga tertib bayar pajak, sebab itu melancarkan pembangunan desa,” jelasnya.

Acara tersebut berjalan dengan lancar sampai menjelang pagi, sebelumnya ditahun yang lalu acara bersih desa tidak selalu nanggap wayang kulit. (Rony)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *