oleh

Nanggap Campursari, Pemuda Tampo Krajan Bagi Takjil

BANYUWANGI – Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Muslim di Indonesia. Sabtu (25/05/2019).

Karena kesucian dan keberkahannya, selama satu bulan penuh umat Islam melaksanakan puasa dari fajar hingga berkumandangnya adzan Magrib.

Selama lebih dari 12 jam menahan lapar dan dahaga, momen berbuka puasa menjadi hal yang sangat berkesan bagi yang menjalankannya. 

Sehingga, dibeberapa tempat seringkali ditemui takjil gratis yang disediakan oleh orang yang ingin berbagi di bulan Ramadan.

Seperti di Desa Tampo Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pemuda yang mengatas namakan Relawan Peduli Lingkungan (RAPEL) membagikan Takjil serta bermain gamelan guna menghibur masyarakat.

Foto: Salah satu anggota Rapel sedang membagikan takjil.
Foto: Salah satu anggota Rapel sedang membagikan takjil.

Relawan itu beranggotakan 60 orang, sebagian anak – anaknya pintar memainkan musik termasuk gamelan. Bahkan mereka pernah dikirim ke istana RI di Jakarta oleh kabupaten Banyuwangi lewat sekolahnya.

Anak Rapel belajar gamelan mulai dari duduk di sekolah dasar, mereka memainkan gamelan memukau pemakai jalan. 

Sambil membagikan takjil anggota Rapel yang lain mengatur arus lalu lintas, lalu satu persatu takjil dibagikan oleh anggota Rapel kepada pemakai jalan yang hendak berbuka puasa.

“Selain membagi takjil kita juga ikut melancarkan pemakai jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.” Ucap Handoko Ketua Relawan.

Pantauan jalur, dijalan raya Purwoharjo berjalan lancar tidak menimbulkan kemacetan, itu semua berkat jerih payah pemuda relawan yang mengatur arus lalu lintas.

Kegiatan tersebut berlokasi dipertigaan jalan arah Purwoharjo dan Plampangrejo di Dusun Krajan Desa Tampo. (Rny).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *