oleh

DOSEN WANITA MENJADI WASIT DAN LINE JUDGE DI KOMPETISI BULUTANGKIS INTERNASIONAL

LENSA BANYUWANGI – Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi ternyata memiliki dosen yang berprestasi dibidang olahraga. Namanya adalah Dwi Cahyati Anggraeni, S.Pd., M.Pd. Dosen wanita muda yang sehari-harinya menjadi Staf Prodi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi ini ternyata memiliki segudang prestasi khususnya untuk bidang olahraga bulutangkis. Saat masih di usia produktif, Dwi yang juga pernah bercita-cita ingin masuk PB Jarum Kudus itu, telah mengoleksi beberapa gelar di Kejuaraan Bulutangkis baik di turnamen lokal maupun regional.

“Waktu S1 di UNIBA itu mengikuti PORSENAS PGRI se Indonesia, Porseni antar mahasiswa PGRI se Indonesia di Semarang, juara 3 bersama ganda putri dan Kabupaten udah, Kabupaten Probolinggo tu beberapa kali juara 1 single, “kata Dwi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin Senin (22/02/2021).

IMG-20210223-WA0008

Selain itu wanita kelahiran Probolinggo ini, di tahun 2014 pernah mengikuti Penataran Wasit Bulutangkis di tingkat Kabupaten Banyuwangi dan di tahun 2017, Dwi juga sempat mengikuti Penataran Wasit Bulutangkis yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep pada tanggal 6 hingga 11 Oktober.

“Penatarannya tuh, ini di Sumenep tanggal 6 sampai 11 Oktober 2017, “kata Dwi sambil menunjukkan sertifikat yang dimiliki melalui ponselnya.

Tidak hanya itu, wanita single berbintang Aquarius ini pernah ditunjuk menjadi wasit dan line judge di kompetisi kejuaraan bulutangkis Internasional yang diselenggarakan oleh PBSI pada tahun 2018 lalu di Kota Surabaya yang diikuti oleh 14 negara.

“Udah jadi wasit beberapa negara di Surabaya, ini sertifikat Walikota Surabaya, terus ada line judge juga, line judge ini, ini berapa negara coba, “ungkap Dwi dengan bangga.

Untuk diketahui, motivasi wanita single ini mengikuti penataran wasit Bulutangkis meupakan keinginan sendiri dan yang perlu diapresiasi adalah pada waktu itu, disaat yang sama wanita kelahiran 18 Feberuari 1993 tersebut juga sedang menempuh pendidikan S2 di Unesa Surabaya. Dwi juga mengatakan keinginannya menjadi wasit karena didorong kesukaannya memimpin suatu pertandingan. Dwi yang juga berharap menjadi wasit bulutangkis nasional ini, besyukur mendapat support dari orang tua untuk menjadi wasit bulutangkis serta bangga dengan capaian yang didapatkan saat ini. Dwi juga berpesan kepada generasi-generasi muda lainnya, yang ingin mengikuti jejaknya menjadi wasit bulutangkis untuk terus mengasah pemahamannya terhadap olahraga bulutangkis.

Ya, tetep pasti lebih memahami peraturan bulutangkis saja dulu, jadi nanti kalo misal mau atau ingin punya lisensi, jadi mengajukan diri aja ke PBSI Kabupaten dulu. Pasti kan diadakan penataran di Kabupaten dulu, pesan wanita yang berharap bisa juga menjadi wasit futsal ini. (Pras)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *