Geliat Seni budaya di Banyuwangi, memang sudah menjad roh kehidupan bagi warganya. Seperti , pentas seni pelajar SD/MI/SMP/SMAN/SMK se-Kecamatan Rogojamp diigelar perdana kalinya Banyuwangi Culture EveryWeek {BCE) urutan 4 tahun 2021. Riuh kendang musik tradisi menghentak di pelataran
SMAN 1 Rogojampi yang terletak di Desa Gitik Kecamatan Rogojampi. Para pelajar bersolek unjuk kemampuan untuk menampilkan yang terbaik yang mereka miliki. Diantaranya Trio A yang terdiri dari Ahmad, Alea dan Adilla sebagai duta dari MI Islamiyah Rogojampi yang mengawali acara tersebut dengan melantunkan musikalisasi puisi berjudul “Tembang Kawah Ijen”. Mereka masing-masing adalah jawara puisi yang pernah meraih predikat juara ekspresi ,favorit dan penampil terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Harapan yang besar pada pelajar masa kini sebagai calon generasi emas 2045. Selaras dengan sambutan Plt Kadislendik Drs. Suratno,S.Pd,MM “Bahwasannya ajang pentas seni merupakan pentas aktualisasi positif dalam membentuk karakter yang dikemas rangkaian Banyuwangi Festival yang dalam situasi pandemi dikemas virtual hibrid lewat medsos yang bisa diapresiasi secara nasional dan global disamping langsung dengan ikuti protokol kesehatan, “ungkap Suratno.

Begitu juga semangat tari Jejer gandrung yang ditarikan oleh siswi SMPN 3 Rogojampi, bagaimana para pemuda tetap menggandrungi genius wisdom dan Indonesia pada umumnya sebagai tanah kelahiran debgan senantiasa mengucap syukur pada Tuhan.
Sedang Wakil Bupati Banyuwang yang tampil berudeng nuansa merah dan bersyal motif gajah oling menyampaikan ” Semua yang dilakukan oleh pelajar yang akan tampil dalam acara ini, biasanya terangkum dalam ekstrakokurikuler yang perlu terus di pupuk, di asah kemampuannya dan dikomunikasikan kepada khalayak, “kata Sugirah.
Karena menurut petani yang mantan wakil rakyat di dewan ini bentuk apresiasi sekecil apapun terhadap eksistensi para pelajar merupakan hal yang sangat penting dilakukan sebagai bagian dari memupuk rasa percaya diri mereka yang merupakan calon calon pemimpin di masa akan datang serta bisa dikemas sebagai destinasi wisata.
H. Sugirah yang awal datang langsung ritual santunan 17 yatim piatu ini juga menyitir orasi Presiden Soekarno dalam semangat Trisaksi juga tekankan Indonesia untuk berkepribadian dalam berkebudayaan dalam sambutan membuka pagelaran seni pelajar yang dipandu MC alumni Smarog Ipat dan Robbi yang kini guru tari dan penyiar radio ini.
Roh dan tujuan diadakannya BCE yang dulunya terfokus di kota dan sekarangi ditempatkan di tiap kecamatan yakni untuk memberi semangat dan penghargaan kepada sekolah, warga sekolah, masyarakat dan seniman serta budayawan di daerah tersebut. Hal ini disambut baik oleh warga sekolah di kecamatan Rogojampi. Sebagai bukti nyata menyambungnya rasa rindu berkesenian dengan program pemerintah yang sudah melounching B-Fest pada bulan lalu di Pendopo Shaba Swaghata Blambangan dengan 102 festival. BCE masuk di dalamnya sebagai kegiatan bergengsi dan dinanti oleh pelajar di Banyuwangi. seluruh penampil diwajibkan tetap menggunakan face sild dan atau masker. Tidak hanya itu, gelaran BCE di tampilkan secara virtual. Bagi teman sekolah atau masyarakat yang ingin melihat, maka tidak perlu mendatangi SMAN 1 Rogojampi. Mereka cukup bisa melihat do siaran you tube Bsnyuwangi Ecoturism. Semua dilakukan, karena mengingat masa pandemi covid 19 yang belum berakhir meski Banyuwangi sudah masuk zona kuning.
Namun semangat membangun Banyuwangi dan menjaga kelestarian alamnya yang tergambarkan polos jebeng dalam tarian Rijig-rijig dari SDN 1 Lemahbang Dewo. Dan nuansa tarian “Jaripah” yang dibawakan sangat rancak ekspresif dari pelajar SMPN 2 Rogojampi. Selanjutnya yang gadis serta lelaki Dewasa tetaplah waspada tapi jangan lupa bahagia yang digambarkan dengan tarian berjudul kembang pesisiran oleh SMAN Rogojampi yang dilanjut Band SDN 1 Rogojampi lanjut maskot penyanyi yang viral Diyah Stafirah LIGA yang tehnik vokalnya kian matang dibanding saat jadi vokalis orchesta lalare.
Kesemua yang telah dan akan dilakukan pelajar diingatkan untuk senantiasa ta’ dhim kepada kedua orangtua. Pagelaran yang apik ini dipamungkasi 2 tarian legendaris Tari Punjari dari SMK NU dan songsong samarwulu Magrib Tari Rodhat Siiran dari SMK PGRI dilanjut menyanyikan Lagu Umbul-umbul Blambangan segenap panitia dan segenap Kepala Sekolah.(Bung Aguk&Ning Yeti)


Komentar