oleh

Ngaji Kewirausahaan Bersama PAC GP Ansor Kalibaru

Semangat kewirausahaan dikalangan pemuda Ansor kian menguat. Hal ini terungkap pada kegiatan Ngaji Kewirausahaan yang digagas oleh PAC Ansor Kalibaru, Sabtu (17/04/2021) di TAB COFFEE Kalibaru.

Acara yang digelar setelah sholat Taraweh ini dihadiri oleh nara sumber dari Lembaga Perkonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Blitar, Abdul Azis, Mahathir Muhammad (Pengurus PW GP Ansor Jawa Timur), Ketua MWC NU Kalibaru, Ketua PAC GP Ansor Kalibaru, Ketua Lazisnu, ketua LPNU, Ketua fatayat, Ketua ISNU serta anggota PAC Ansor Kecamatan Kalibaru.
Ketua MWC NU Kalibaru, Ustadz Fathurrozi, mengapresiasi kegiatan ini. Dia menjelaskan bahwa sahabat-sahabat Ansor banyak yang berwiraswasta. Gus Rozi berharap, generasi muda khususnya yang tergabung di Ansor 5-10 tahun kedepan menjadi generasi emas yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan.

IMG-20210417-WA0074

Sementara itu, Pengurus PW GP Ansor Jawa Timur, Mahatir Muhammad dalam sambutannya mengatakan masa pandemi dan era digital ini merupakan suatu tantangan. Terkait dengan acara ini dia menjelaskan, kunci dari wirausaha adalah Jaringan dan informasi.

“Kedepan, Ansor akan menjadi ujung tombak. Oleh karena itu, kaderisasi perlu. Karena masa depan NU akan berada ditangan generasi saat ini, ” pesannya.

IMG-20210417-WA0073

Dalam paparannya Abdul Azis, sebagai narasumber mengatakan, NU akan semakin tangguh dan kuat tergantung dari kekuatan ranting. Salah satunya dengan menguatkan perekonomian. Menurutnya, pelaku wirausaha harus membangun jaringan yang luas. Dia memberi contoh, membangun jaringan dengan pekerja migran di luar negeri. Karena potensi pasar di luar negeri sangat besar.

“Di Hong Kong, pekerja migran kita sekitar 180 ribu orang. Pasti, mereka di sana kangen dengan makanan Indonesia. Nah, ini sebenarnya peluang usaha, ”ujarnya.

Untuk pemasarannya, lanjut Azis, pada era digital seperti sekarang ini bisa memaksimalkan media sosial. Bukan hanya itu, ketua LPNU Kabupaten Blitar ini juga memberi contoh membangun wirausaha ditingkat PAC.

Selain itu, Kang Azis panggilan akrabnya menjelaskan tentang program TABANA (Tabungan Nahdliyin), Ubah Sampah Jadi Emas. Ada 3 barang yang bisa ‘ditabungkan’ yaitu, Karak, Bathok dan Jelantah. Dia berharap, program ini bisa dilaksanakan ditingkat ranting. Kemudian untuk jangka panjangnya, pengolahannya bisa berbasis cabang. Untuk selanjutnya dirinya juga membuka kesempatan belajar bersama melalui aplikasi Zoom.

“Saya berharap, setelah acara ini ranting dan PAC Ansor Kalibaru bisa memiliki badan usaha sendiri untuk menguatkan perekonomian, ”pungkasnya. (Abe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *