Banyuwangi, (22/04/2021). “Tuanku, Engkau bisa berjalan di atas air..” Murid-muridnya berkata dengan kekaguman kepada Syeikh Jumadil Qubro.”Itu bukan apa-apa… Sepotong kayu juga bisa” Syeikh Jumadil Qubro menjawab pertanyaan muridnya. Murid : “Tetapi engkau juga bisa terbang keangkasa” Syeikh Jumadil Qubro : “Demikian juga burung-burung itu bisa” Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik” Syeikh Jumadil Qubro : “Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari india ke Demavand dalam sedetik” Murid : “Engkau juga kebal senjata dan kebal api” Syeikh Jumadil Qubro : “Batu karang dipantaipun bisa kebal seperti itu.” “Kalau begitu. Apa kehebatan seorang manusia sakti yang sebenarnya…?” Murid-muridnya ingin Tahu. Syeikh Jumadil Qubro tersenyum lalu beliau menjawab, “Manusia sakti ialah mereka yang bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatupun selain Allah.
Hatinya selalu Dzikrulloh dalam keadaan apapun, Sehingga bisa bersabar ketika di uji dan bisa bersyukur ketika diberi rizeki. Dengan dzikirnya maka rasanya rata datar seprti air sehingga tidak senang ketika dipuji dan tidak sakit hati ketika dihina. Dengan dzikrulloh maka ia bisa terbang hijrah dari kegelapan perbuatan dosa kejalan ketaqwaan penuh cahaya. Dan kebal dari segala godaan syetan”. Maka Istiqomah lebih hebat dari 1000 Karomah. Di zaman Sayyid Jumadil Qubro beliau dijuluki (Pandito Ratu) karena mempunyai ilmu rahasiah kaysaf laduni yang langsung dari Allah,
Seperti Nabi Khidir AS. Yang mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasiah yang tidak diketahui oleh umum, Syeikh Sayyid Jumadil Qubro merupakan toko kunci proses islamisasi di pulau tanah jawa yang hidup sebelum walisongo. Beliau seorang Qutubul Alimin wali mursyid Agung Sultan Aulia terbesar di zamannya. Penyebar islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit. Syeikh Sayyid Jumadil Qubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad SAW dari garis Sayidah Fatimah Az Zahra.
Semoga sepenggal cerita diatas akan menjadikan Refleksi pada diri kita diRamadhan tahun ini. Utamanya yang saat ini,anda yang diberikan ujian oleh Alloh SWT berupa nikmat maupun sakit. Karena sesungguhnya sakitpun adalah nikmat. Dan setiap nikmat wajib kita syukuri. Dan semoga pula kita mampu mengasah dan meningkatkan nilai keistiqamahan kita agar suatu saat nanti kita menjadi khalifah dibumi ini yang pilih tanding. Mampu menjaga segala amanah yang diberikan pada kita seolah amanah tersebut adalah sebuah pusaka atau piandel yang wajib kita rawat dan menyatu dalam sikap kita sehari hari.Karena dengan Istiqamah,kita pasti akan tawadhuk menjalankan peran kita masing masing dimuka bumi ini. Tidak ada satupun orang yang hebat. Tidak ada pula satupun orang yang kuat. Kecuali mereka yang mampu mengalahkan musuh dalam dirinya.( Basoeki Mohamad )


Komentar