oleh

KESERUAN KELAS PRAKTEK PADA DIKLAT MC, HOST, MODERATOR, PODCAST DAN JURNALISTIK

Diklat MC, host, moderator, podcast dan jurnalistik dasar yang diselenggarakan oleh *EO Senyum Agmadina* Banyuwangi, masih bertempat di D’Lakon, Jalan Borobudur 4 Banyuwangi, Sabtu 25 September 2021, berlangsung seru karena para peserta langsung praktek.

Dengan dipandu mentor senior, Kak Indah CC, youtuber Hadi Purwanto dan Bung Aguk, para peserta berkesempatan untuk praktek secara langsung dengan fasilitas dan sarana yang disediakan.

IMG-20210925-WA0061

“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari diklat ini. Baik ilmu atau teori, maupun motivasi luar biasa dari para senior dan narasumber. Menjadikan saya lebih percaya diri untuk menggali potensi diri dan mengeksplorasinya. Karena kekurangan itu bisa dilatih. Dan ternyata saya bisa, meskipun dengan warna suara yang masih cetir kleminting, latihan nafas suara perut akan terus saya tekuni,” ungkap Venny dengan berbinar, salah seorang peserta di kelas moderator yang berasal dari Jajag.

Kegiatan lanjutan pekan lalu ini mendapat sambutan yang sangat antusias hingga panitia mengagendakan diklat serupa pada bulan bahasa Oktober dengan materi dan jangkauan yang lebih luas.

IMG-20210925-WA0049

“Untuk penggiat organisasi wanita dan aktivis pemuda ada infak 145 ribu dapat modul dan sertifikat, menikmati menu Dlakon, praktek host podcast Gotongroyong’45, terbatas 17 orang yang beruntung, ” tukas Bung Aguk dari EO Senyum Agmadina, bisa indent ke admin Qurrota A’Yunin 082141131975.

Pada kegiatan kali ini, hadir juga seorang maestro anouncer broadcast , Bung Jaka,demikian nama udara dari Joko Sunarko, menyampaikan materi Ipad dan broadcasting yang disingkat podcast.Peserta juga antusias tanya dan ingin diapresiasi dan Bung Jaka banyak memberi masukan kepada para peserta.
“Podcast bisa dilatih dan dipelajari. Sangat potensi untuk bisnis dan apapun pada era sekarang ini, “tutur kakek yang suaranya masih mantap.

Di kelas podcast tidak kalah hebohnya. Karena para peserta dituntut untuk menunjukkan segala kemampuannya dalam praktek sebagai host virtual, cameraman dan sebagai narasumber.

Puji Winarsih,penyandang diffabel bahkan tampak sangat percaya diri dan menikmati perannya sebagai host saat praktek dan wawancara laksana virtual bersama seorang difabel dari Rogojampi, Maya, yang juga peserta pada diklat ini.

Banyak kritik dan masukan dari para senior dan narasumber bahkan dari peserta sendiri. Dengan praktek langsung, ternyata lebih banyak lagi yang bisa difahami. Apalagi tanpa terencana, hadir juga seorang penyandang penyintas Lupus asal Lamongan,Bu Aulia, yang ingin beri motivasi kaum istimewa untuk Indonesia yang setara. Beliau
tertarik pada kegiatan yang menurutnya kreatif dan produktif ini. Beliau juga menambahkan untuk terus menunjukkan prestasi supaya pihak manapun akan berebut menunjukkan perhatiannya.

Pada sesi penyampaian pesan kesan, peserta merasa puas dengan materi dan praktek, serta menunjukkan antusiasme kelanjutan diklat ini.”Kami juga akan undang narasumber ke Ponpes Safinda bekali SDM kami, karena kami sudah beli alat studio podcast untuk dakwah namun belum bisa mengoperasionalkan, ” tambah Ustadzah Siti Rofiqoh.

Mereka berharap bisa meningkatkan kemampuan secara profesional dan bisa berperformance lebih baik sebagai mc, host, moderator, jurnalis maupun podcaster.

‘”Saya ingin ada grup WA peserta agar terus terasa,terukur dan profesional, ” tambah Robin, mantu KRT.H. Ilham Triadi penggiat Cagar Budaya yang juga reporter media ini, Jurnalnews dan Majalah Keboundha yang suport diklat ini.(Nur Laila/AWN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *