Bedah Bascamp dalam rangka menyambut Hari Jadinya yang ke 1 pada Hari Rabo wekasan 1443 Hijriyah atau yang jatuh pelaksanaannya pada tanggal 5 Oktober 2021, dilakukan karena dianggap tidak layak dan berlantai tanah.
Bascamp berlantai tanah itu merupakan bascamp darurat yang sedari deklarasi setahun yang lalu sampai sekarang belum pernah di pelester lantainya. Lantai dari tanah yang apabila diguyur hujan dan karena genting banyak yang bocor membuat lantai tergenang air sehingga tidak layak digunakan sebagai bascamp. Menjelang Hari Jadinya Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) yang ke 1 ini, Wowok Meirianto selaku Ketua berbicara dengan semua anggota untuk merencanakan program pelesterisasi bascamp menjelang perayaan Hari jadinya. Beliau mengawali dengan menyumbang bahan materialnya sedang pekerjaannya digarap secara gotong royong dengan warga lingkungan Dukuh Talun jeruk Desa Glagah kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi menyediakan dana untuk ongkos tukang dan konsumsi selama pekerjaan berlangsung, didapat dari patungan semua angota KOPAT yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Sanusi Marhaedi menjelaskan bahwa : “Bantuan dari Ketua dan dari semua anggota KOPAT merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat demi terealisasi program pelesterisasi bascamp, “katanya.

Bascamp KOPAT juga sering kedatangan tamu baik dari kalangan akademisi yang tengah belajar Adat tradisi suku Osing dan juga sering kedatangan para Budayawan baik dari dalam kota maupun yang datang dari luar kota yang tengah melakukan studi banding terhadap Adat tradisi Suku Osing.
Banyak Budayawan, Jurnalis, Banyuwangi yang peduli terhadap program Plesterisasi bascamp, mereka hadir disaat pekerjaan berlangsung (Minggu 26.09.2021) diantaranya : Aekanu Hariyono, Didik Nur Hadi Saleh, Thomas Racharto, Masduki, Fatah Yasin Noor, Susianto, Yon DD, Kenong, Haji Noval Badri, Sumarno dan lain lain mereka semua berkumpul dan juga gesah tentang Adat budaya wong Osing. Bascamp KOPAT layak bisa diusulakan mendapat dukungan bedah dana bantuan pemerintah. Bahkan ada baiknya bahwa dana bantuan itu bisa di pilah-pilah untuk bantuan keramik lantai, perbaikan atap yang bocor dan atap sehingga KOPAT mendapatkan bascamp yang layak huni sebagai tempat berkumpul untuk memecahkan masalah masalah tentang adat tradisi dan juga sebagai tempat edukasi bagi generasi muda yang ingin tahu tentang adat istiadat peninggalan nenek moyangnya.
Setelah pandemi covid-19 berlalu, KOPAT mengharap bisa bekerja sama dengan Dinas terkait guna menyisihkan dana renovasi bascamp.
(Hariyanto)


Komentar