oleh

Napak Tilas untuk Mengenang 62 Pemuda Anshor Yang Gugur

BANYUWANGI- Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 01 Oktober lalu, sampai saat ini masih terus dimaknai GP Anshor dan Banser lewat peringatan napak tilas Peristiwa Lubang Buaya Cemethuk pada minggu (10/10/2021).

Pimpinan Cabang GP Anshor Kabupaten Banyuwangi Ikhwan Arief, menyampaikan ada 200 peserta dari 25 Satkoryon se Kabupaten. Kegiatan dimulai dari Pantai Satelit Muncar, kemudian peserta melakukan perjalanan menuju Monumen Lubang Buaya Cemetuk, Desa Cluring, Kecamatan Cluring.

” Kita mengawali napak tilas dari pantai satelit Muncar pukul 09.30 WIB dibuka dengan apel dan doa bersama,” kata Ikhwan Arief Kepada wartawan.

Menurut Arief, peserta kemudian bergerak menuju Monumen Lubang Buaya Cemetuk dengan menempuh perjalanan kurang lebih 20 Kilometer. Perjalanan tersebut merefleksikan apa yang terjadi pada peristiwa 56 tahun yang lalu, dimana ada 62 Anshor dibunuh oleh antek PKI yakni Gerwani saat hendak menuju Kecamatan Kalibaru.

” Disinyalir saat itu pasukan Anshor sudah terdeteksi ketika hendak menyerbu basis PKI di wilayah kalibaru. Dan Gerwani berhasil menghentikan langkah pasukan Anshor dengan melakukan penyamaran,” ujar Arief.

Saat berhasil menghentikan langkah 62 pasukan Anshor, Gerwani kemudian meracuni mereka sebelum akhirnya mengeksekusi mereka dengan cara yang keji.

” Lewat napak tilas kali ini, kita ingin membuktikan bahwa generasi Anshor dan Banser saat ini serius dalam mempertahankan NKRI walaupun nyawa taruhannya,” ujarnya.

Arief juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah masuk kedalam organisasi yang bersifat radikal terutama yang merongrong Pancasila. Karena dari kasus yang ada, rasa cinta tanah air berubah menjadi benci terhadap tanah air ketika terlalu fanatik dalam organisasi radikal tersebut.

” Berbeda dengan organisasi islam berfaham radikal, jika masuk menjadi warga Nahdiyin terutama bergabung kedalam barisan Anshor dan Banser, maka jiwa nasionalisme justru semakin menguatmenguat,” tambahnya.

Selain itu Arief ingin membuktikan jika selama ini baik Pemuda Anshor maupun Banser tidak hanya membela para Kyai dan juga Ulama, akan tetapi yang paling utama adalah menjaga keutuhan NKRI.

” Saya yakin tidak dimiliki organisasi keislaman lainnya yang bersifat radikal, dimana kefanatikannya terhadap organisasi justru membuat mereka benci kepada negerinya sendiri,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *