BANYUWANGI- Peluang meraih cuan bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya dengan beternak kelinci. Perawatannya yang mudah serta harga jual yang menggiurkan membuat salah satu mantan OB Kantor Notaris di Banyuwangi, memberanikan diri memulai usaha beternak kelinci dari nol.
Bermodalkan dari menjual motor kesayangannya, Puput Noviansyah (28) pemuda asal Dusun Trembelang, Desa Cluring, Kecamatan Cluring mulai membuka kran cuan lewat kelinci jenis Rex atau Karpet miliknya.
” Awal ternak hanya satu pasang,setelah hampir 6 bulan berjalan kini menjadi 10-20 pasang,” kata Puput saat ditemui wartawan (11/10/2021)
Meski sempat kebingungan karena tidak ada mentor lapangan, berkat ilmu yang didapatkan dari utak atik medsos membuat perjalanan bisnis kelincinya berjalan mulus sampai saat ini.
“Jika bingung tinggal lihat youtube,kalau masih kurang ya searching mbah google,” canda pemuda yang juga pelatih bola kelas tarkam tersebut.
Menurutnya, menjaga kebersihan kandang menjadi syarat wajib agar kelinci tidak mudah terserang penyakit.
” Sehari dua kali membersihkan kandang pagi dan juga sore,” jelasnya.
Untuk menambah nafsu makan kelinci miliknya, Puput juga menambahkan ampas tahu sebagai suplemen penambah nafsu makan. Hal ini menurutnya juga berpengaruh pada bobot kelinci ketika memasuki masa panen dibandingkan dengan yang tidak diberi ampas tahu.
” Awal mula hanya rumput saja, terus cari literatur di internet ternyata ada bedanya, kelinci jadi lebih gemuk dan bisa dipanen lebih cepat jika dikasih ampas tahu,” tambahnya.
Selain memberikan nutrisi berupa ampas tahu, Puput juga memperhatikan asupan air minum yang diberikan. Mulai dari penggunaan debet air yang bersih, hingga penggantian air minum secara berkala.
Uniknya, Puput sengaja menerapkan metode layaknya infus sebagai sistem air minum, agar air tidak sampai nandon.
” Lebih simple dan gak sampai nandon airnya, jadi fresh terus. Dan juga gak boros air, karena air bisa keluar jika ujungnya di sedot sama kelinci,” ujarnya.

Selain simple dirinya tidak perlu repot bolak balik kandang, cukup mengecek debet air di tandon utama. Terdengar aneh, namun siapa sangka jika metode tersebut hanya menggunakan bahan yang sangat familiar dan selalu ada di tengah masyarakat.
” Ujung roll on bekas serta selang berdiamaeter 0,8 mm ditambah kotak wafer sebagai penampung air, jadilah sistem minum mirip infus. Dan kesemua bahan saya dapatkan dari tetangga sekitar yang dibuang bergitu saja, jadi stoknya gak bakalan habis”, tawa Puput sembari mengecek bayi kelinci yang baru lahir 1 minggu yang lalu.
Selain memudahkan kelinci untuk minum langsung dari ujung roll on, ternyata metode ini menurut Puput lebih menghemat air hingga 50% karena sifat air hanya keluar saat ujung roll on dihisap oleh kelinci ketika minum. Berbeda jika menggunakan wadah/ penampung yang boros air dan juga beresiko tumbuhnya lumut serta jamur jika tidak rutin dibuang.
Meski baru merintis, ternyata kelinci jenis Rex atau karpet mulai diminati oleh tetangga sekitar khususnya para anak kecil yang tinggal di dekat rumahnya. Selain bulunya yang halus, warna unik yang ada pada tubuh kelinci menjadi magnet tersendiri kenapa kelinci miliknya mulai menjadi primadona peliharaan di lingkungan tempat tinggalnya.
” Anak anak sekitar sering datang ke kandang, menanyakan kapan panen ataupun mau pre order, jadi sekarang udah gak bingung lagi jika mau jual. Malahan anak kecil disini jadi costumer tetap, ” imbuhnya.
Harga pun terbilang ramah dikantong, cukup bawa uang Rp 100.000,1 pasang kelinci miliknya sudah bisa dibawa pulang. Pelanggan juga diberikan keterampilan untuk membuat kandang termasuk penerapan metode infus jika ingin menjadi peternak sepertinya.
” Nanti saya kasih tau tips dan tricknya jika ingin mulai usaha seperti saya, itung-itung saling berbagi ilmu kepada sesama. Dan layanan konseling gratis via japri sangatlah terbuka bagi calon peternak kelinci baru yang ingin memulai beternak kelinci,” pungkasnya.
Reporter: Eko Purwanto
Editor : J. Subhan


Komentar