Pegiat Kopi Banyuwangi Ikuti One Day Training Di Puslitkoka Jember
Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Banyuwangi bersama perwakilan pegiat kopi dari seluruh kecamatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) berkunjung dan belajar tentang kopi di Pusat Penelitian (Puslit) Kopi Dan Kakao Jember, Senin (11/10/2021).
Peserta berkesempatan belajar tentang kopi dari On Farm (budi daya dan perawatan) sampai Off Farm (pengolahan hasil panen) di Puslit Kopi Dan Kakao, Kebun Percobaan Kaliwining, Jenggawah, Kabupaten Jember. Acara dengan tema Peningkatan Kompetensi Pasca Panen Tanaman Perkebunan dibuka oleh oleh Ir. Budi Sumartoni, MP., Kabag Usaha Puslitkoka Jember. Ir. Budi mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan pegiat kopi Banyuwangi. Menurutnya, sangat tepat sekali jika Puslitkoka dijadikan rujukan sebagai tempat belajar tentang kopi dan kakao. Selain karena usia yang terhitung cukup tua sekali, tepatnya sudah berdiri sejak 1911, Puslitkoka Jember dari awal sampai.saat ini hanya konsen meneliti tentang kopi dan kakao.

“Oleh karena itu, manfaatkan sebaik-baiknya belajar dan mengambil ilmu dari nara sumber, sehingga ketika pulang bisa mengaplikasikan dan berbagi kepada yang lain, ”harapnya.
Sementara itu Kabid Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan, Ilham Juanda , SP. yang turut mendampingi sekitar 60 (enam puluh) peserta one day training ini mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan kompetensi pegiat kopi Banyuwangi, sehingga dapat meningkatkan hasil produktivitas. Selain itu Ilham mengakui bahwa sampai saat ini Banyuwangi tertinggal, karena belum memiliki Sertifikat Indikasi Sosial (IG) kopi seperti kabupaten-kabupaten sekitar.
“Mungkin kita kurang memanfaatkan atau komunikasi dengan Puslitkoka, ” jawabnya ketika ditanya alasan ketertinggalan tersebut.
Oleh karena itu dirinya sangat berharap, Banyuwangi segera memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) kopi Rubusta. . Mengingat Banyuwangi selain menjadi salah satu kabupaten produsen kopi Robusta terbesar di Jawa Timur, juga menjadi destinasi wisatawan dalam dan luar negeri.
“Tentunya juga, harus diimbangi dengan kemampuan skill dan kompetensi. Sehingga pegiat kopi mampu bersaing secara tekhnologi dan semakin bangga dengan kopi Robusta Banyuwangi yang kualitasnya tidak kalah dengan kopi yang lain, ” pungkasnya. (Abe)


Komentar