Ini yang Terjadi Saat Kadis Pengairan Tinjau Proyek Irigasi

Ini yang Terjadi Saat Kadis Pengairan Tinjau Proyek Irigasi
Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, saat tinjau lapang. (Ron/JN)
Spread the love

Cluring-Tim dari Dinas Pengairan Banyuwangi yang dipimpin langsung Kepala Dinasnya, Guntur Priambodo tinjau lokasi bangunan saluran irigasi yang ambrol di Dusun Simbar 2 Desa Tampo. Tinjau lapang itu untuk memastikan laporan dari masyarakat yang diterima pihak Dinas Pengairan melalui akun twitter resminya.

Bangunan saluran irigasi yang ambrol itu dibangun CV Jati Asli yang berkantor di Desa Benculuk. Dimana saluran irigasi itu dikerjakan dari APBD Banyuwangi tahun 2015. Saat meninjau Guntur Priambodo merasa kecewa dengan saluran irigasi tersebut.

“Bangunan ini kualitasnya memang kurang baik makanya ambrol, dibanding yang bangunan sebelah masih bagusan yang sebelah,” katanya dengan nada kesal, saat meninjau dua titik kerusakan di lokasi, Selasa (1/8/2017).

Pria berpenampilan kalem yang juga Ketua IPSI Banyuwangi, itu semakin terlihat kesal saat salah satu warga sekitar lokasi menyampaikan keluhan. Dimana saat proyek saluran irigasi itu dikerjakan menggunakan campuran tanah liat bukan pasir. Dengan dalih tanah liat lebih lengket dibanding pasir.

“Dulu waktu pembangun ini saya melihat dalam pengerjaan bangunan, pasir yang ada didalam mesin molen dicampuri tanah liat yang diambil ditepi saluran, ketika saya tegur katanya, biar lengket,” ungkap warga.

pak guntu4r

Guntur dengan nada sedikit meninggi langsung bereaksi mendengar keluhan warga, seraya meminta warga untuk melaporkan padanya bila dijumpai kejadian serupa. Menurutnya laporan-laporan kualitas proyek yang kurang bagus selama ini ada pada titik-titik yang jauh dari hilir mudik masyarakat.

“Foto dan kirim ke saya,” pintanya.

Pria asli Blitar itu mengaku berusaha keras untuk melakukan pengawasan kualitas bangunan saluran irigasi. Meski kontrol atau pengawasan itu sudah dipasrahkan ke pihak konsultan. Apalagi Dinas Pengairan memiliki 1300 titik proyek saluran irigasi yang tersebar di wilayah Banyuwangi. Dimana dibutuhkan pro aktif warga untuk turut serta menjadi pengawas.

“Kita sudah berusaha keras, rentang jaring pengawasan kurang maksimal tapi ini kita sudah bantu dengan konsultan dan hasilnya sudah bagus. Mengenai pasir yang digunakan kita sudah perintahkan agar memakai pasir yang bagus dan sudah diawasi oleh pengawas. Jjika ada yang masih pakai pasir yang kurang bagus silakan dilaporkan,” pungkasnya. (Ron/JN)

 

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan