Seru! Ratusan Orang Kembar Banyuwangi Berkumpul Disatu Lokasi

Seru! Ratusan Orang Kembar Banyuwangi Berkumpul Disatu Lokasi
Spread the love

Banyuwangi-Sebanyak 350 orang pasang kembar berkumpul bersama di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi. Mereka menunjukkan diri sebagai pasangan yang identik satu sama lain. Orang-orang kembar ini berkumpul dan hadir dalam Festival Kembar Banyuwangi.

Seru dan unik, itu kesan dari acara yang digagas dan digelar Pemkab Banyuwangi. Wajah-wajah kembar ini saling melihat satu sama lainnya. Seolah mereka tak percaya bila pasang kembar seperti mereka, ternyata banyak di Banyuwangi. Tak sedikit mereka menilai hari ini sebuah momen yang sangat membahagiakan sekaligus sejarah bagi mereka.

“Di Banyuwangi itu juga banyak orang kembarnya ternyata. Pemdangan ini tak biasa, ternyata ketemu dengan orang kembar itu lucu. Mereka pasti melihat kami juga seperti itu,” ungkap anak kembar Nurul Yaqin dan Ainul Yaqin ini, ditemui JurnalNews.com di lokasi acara, Jumat (25/8/2017).

Sebenarnya jumlah pasang kembar di Banyuwangi lebih dari jumlah pasang kembar yang hadir dalam acara unik tersebut. Tercatat ada 700 bahkan 1400 an orang yang bersaudara kembar di Banyuwangi. Tentu saja jumlah itu tidak sedikit.

Seperti pasangan kembar asal Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari ini. Mereka adalah Amnah dan Amrah. Usianya sudah 84 tahun, mereka menjadi pasangan kembar paling tua dalam festival kembar kali ini. Mungkin saja, juga manusia kembar tertua di Banyuwangi.

Meski sudah usia lanjut, tapi rasa kasih sayang pada keduanya tak termakan waktu. Bahkan, saat mereka telah memiliki keluarga masing-masing. Mereka tetap selalu bersama menghabiskan sebagian besar waktunya.

“Omah kulo parek, saben dino bareng, nang endi-endi ya bareng. (rumahku berdekatan, setiap hari bersama, kemanapun juga bersama,” ucap Amnah kakak Amrah dengan logat bahasa Using kental.

kehidupan keduanya nyaris sama, namun perbedaan paling telihat pada sisi keluarganya. Amnah, memiliki lima anak, 18 cucu dan 20 cicit. Sedangkan adiknya, Amrah tak memiliki keturunan satupun.

“Saben dino bareng, tapi kadung turu ambi masak ya dewek-dewek. Rukun sing tahu cungkrah. (setiap hari bersama, tapi kalau tidur dan masak ya sendiri-sendiri. Hidup rukun tidak pernah bertengkar,” terangnya.

Sebagai pasangan kembar tertua, dia dan saudara kembarnya mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari panitia. “Alhamdulillah, kulo seneng. Hadiahe ajenge kula damel kirim doa bapakke (Alhamdulillah, saya senang. Hadiahnya mau dipakai untuk selamatan almarhum suami saya,” kata Umrah.

Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Agus Siswanto yang membuka acara ini mengatakan Festival Kembar ini sengaja digelar untuk memberi warna dalam rangkaian Banyuwangi Festival.

“Selama ini kan sudah biasa ada festival seni, budaya ataupun religi. Nah lewat festival ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memberikan warna yang unik dan menarik bagi masyarakat. Ini karena Pak Anas melihat ada ratusan orang kembar di Banyuwangi, sehingga tercetus acara ini,” kata Agus.

Agus juga mengatakan, pihaknya juga memberikan reward bagi orang kembar ini. Yakni, berupa kemudahan untuk pengurusan administrasi kependudukan.

“Ini juga inisiasi Dinas Kependudukan dan Dinas Kesehatan, jadi bagi mereka mungkin yang belum mendapat surat-surat kependudukan kita akan layani lebih cepat dan gratis. Selain itu juga kita berikan layanan kesehatan terpadu,” ungkap Agus.

Ke depan, imbuh Agus, festival ini akan menjadi potensi pariwisata baru bagi Banyuwangi. Dengan gelaran ini pasangan kembar dari berbagai nusantara pasti akan tertarik untuk datang ke Banyuwangi.

“Festival kembar ini kan tidak dibatasi dari mana asalnya, sehingga punya peluang untuk menarik pasangan kembar dari manapun, termasuk luar negeri tertarik mengikuti festival kembar,” pungkasnya. (Ito/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan