oleh

Penyuluhan Remaja Usia Nikah Sebuah Keniscayaan.

CLURING – Maraknya pernikahan yang diakibatkan pergaulan bebas hingga mengakibatkan kehamilan menjadi topik tersendiri dalam Lokakarya yang dilaksanakan di aula Puskesmas Tampo Desa Tampo Kecamatan Cluring. Kamis (23/11).

Lokakarya yang dihadiri oleh Propinka kecamatan Cluring serta perwakilan dari KUA dan menghadirkan perwakilan dari berbagai komponen masyarakat, Masyarakat sangat antusias mengikuti sambutan dari beberapa narasumber.

Seperti yang disampaikan oleh perwakikan narasumber dari Koramil Cluring,” Bahwa saat ini bangsa Indonesia mengalami degradasi moral yang akut terutama remaja, Hal ini dipercepat dengan perkembangan Tehnologi Informatika yang begitu mudah untuk mengakses berbagai macam informasi, baik yang posisif maupun yang merugikan,” Jelasnya.

“Bangsa Indonesia menghadapi perang modern, dimana dalam konsep perang modern tersebut pihak asing tidak secara langsung melakukan agresi kewilayah Indonesia, namun dengan cara merusak Ideologi dan moral bangsa, baik dengan narkoba, radikalisme maupun tingkah laku,” Tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan dari Polsek Cluring,” Menekankan terhadap pelanggaran hukum yang sering dilakukan oleh Remaja usia nikah dan juga anak – anak yang masih aktif sekolah, Dimana banyak sekali godaan yang dihadapi mereka yang dilakukan melalui internet.

Sementara Kepala Puskesmas Tampo Tatik Styaningsih menekankan terhadap perilaku seks yang menyimpang yang dilakukan para remaja,” Jika itu dilakukan akan mengakibatkan kehamilan resiko tinggi dan hal ini menjadi salah satu program dari Puskesmas untuk menekan kematian Ibu dan anak,” jelasnya.

Narasumber terahir dalam lokakarya dan juga mewakili KUA Cluring Safaat, Mengajak kepada seluruh peserta untuk bersama sama memberikan pemahaman terhadap Remaja Usia Nikah agar berhati – hati dalam melakukan pergaulan dengan sesame jenis sehingga terhindar dari pernikahan dibawah umur yang dipaksakan.

“Bagi remaja usia nikah agar berhati – hati dalam bergaul agar terhindar pernikahan dibawah umur,” Kata Safaat.

Dari hasil lokakarya diperoleh kesepakatan untuk lebih intensip dan continue dalam melakukan pembinaan remaja usia nikah, terutama di sekolah – sekolah.

Lokakarya tersebut dibuka oleh Camat Cluring Yopi Bayu Irawan acara tersebut berjalan lancar. Dalam sambutannya Yopi menyampaikan,” Hasil loka karya harus segera direalisasikan, dan semua pihak wajib mendukung segala kegiatan positif yang sudah digagas oleh pemerintah,” paparnya. (Sfaat/Rny).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *