CLURING – Memeriahkan hari Maulid Nabi 1439 Hijriah yang jatuh pada hari Jumat (01/12), Masjid Nurul Huda merayakan dengan serakalan” moco berjanji”, dan yang unik diacara itu pawai “endog – endogan”. Di dusun krajan desa Tampo kecamatan Cluring.Banyuwangi. Jumat (01/12).
Mengarak telur yang sudah dihias menyerupai pohon yang berbuah lebat itu dimulai dari halaman masjid Nurul Huda lalu memutar kampung krajan dan kembali ke halaman masjid.
Pawai endog – endogan didusun krajan sangat meriah walau kelas kampung, pohon endog yang di arak keliling kampung berjumlah kurang lebih 200 pohon endoq, dan 3.000 butir telor.

Menurut cerita, tatkala kanjeng Nabi Muhamad belum lahir, ditanah mekah waktu itu gersang, dan ketika kanjeng Nabi Muhamad lahir tanah mekah tiba – tiba subur dan banyak tanaman buah – buahan yang tumbuh dan buahnya siap dipetik. Maka endog – endogan mempunyai arti yang sama diibaratkan tanaman buah yang buahnya matang dan langsung bisa dipetik.
“Kembang telor”endoq -endogan” menceritakan tatkala kanjeng Nabi Muhamad lahir ditanah mekah tiba – tiba banyak tanaman buah – buahan yang siap dipetik, seperti kembang telor ini,” Cerita ketua Remaja Masjid (Remas), Ramdan (41).
Selain acara arak endoq – endogan, dimasjid Nurul Huda para orang tua dan pemuda baca berjanji (Serakalan), sekitar 300 orang dimasjid Nurul Huda berserakalan.
Sementara anak – anak dan ibu rumah tangga yang menanti arak endoq-endoqan lewat, sangat antusias siap dipinggir jalan menanti karena jika arak endag – endogan lewat satu persatu kebagian kembang telor.
Edog- endogan diarak keliling kampung krajan desa Tampo serta diiringi dengan terbangan seperti Rebana, pohon telur seluruhnya dinaikan becak. (Rony).


Komentar