BANYUWANGI – Olahan tradisional rujak buah pace atau mengkudu selain nikmat juga mengandung obat, makanan itu asli masakan suku Osing Banyuwangi.
Suatu ketika, Herman orang suku jawa ingin merasakan rujak buah pace, dengan bermodal pace atau mengkudu dan juga bumbu yang sudah dipersiapkan, bahan – bahannya langsung diracik oleh sang istri herman (titik) ia meracik bumbunya diarahkan oleh Jumirin asal suku Osing.

Dirumah Herman di dusun krajan desa Purwodadi kecamatan Gambiran saat itu kumpul bareng bersama teman – teman dari suku Osing serta bersantai dan bercerita – cerita salah satu rekan herman yang dari suku osing langsung ada ide ingin membuat rujak dari buah pace atau mengkudu.
“Saya ingin merasakan bagaimana rujak buah pace itu, katanya bisa untuk obat,” kata Herman.
Ternyata nikmat, memangsi kalau tidak pernah merasakan agak asing dimulut,” tambah Herman.
Memasak buah pace atau mengkudu untuk dijadikan rujak caranya begini,” ambil buah pace yang tidak terlalu matang yang masih keras tapi warnanya sudah agak putih (kemunir) lalu dikupas dan dipotong dadu, lalu persiapkan bumbunya yaitu gula jawa, asam jawa, terasi, cabe rawit, dan garam, terus diulek dihaluskan setelah itu dikasi air, bisa saja memakai cuka masak, itu tergantung selera,” terang Jumirin saat memberi arahan ke istri Herman.
Pace atau mengkudu adalah jenis tumbuhan yang mengandung obat tidak semua orang suka sama buah pace atau mengkudu karena aromanya.(rony).


Komentar