CLURING – Kandang dan ayam milik Sigit Prihandoko ludes dilalap sijago merah, akibatnya 6.000 ekor ayam yang masih berumur satu minggu itu mati terpanggang. Selasa (10/04/2018).
Kejadian tersebut berlokasi didusun Cemetuk Desa Cluring kecamatan Cluring, pada hari Sabtu (08/04) pukul 04.00 wib. Tempatnya dipersawahan dengan luas kandang 15 x 50 meter.
Asal api diduga dari mesin penghangat suhu yang pengapiannya berasal dari kompor gas yang disalurkan ke alat sederhana seperti payung yang bahannya dari alumunium. Kompor tersebut menyala dalam kesehariannya 17 jam.
Adanya kipas angin yang menyala dan serabut kelapa yang kering serta suhu cuaca yang panas diduga membuat api dengan cepat menyebar.
Pristiwa itu terjadi saat sang pemilik tidak berada dikandang, menurut pemilik kejadian tersebut secara tiba-tiba dan cepat.
“Kejadian itu cepat saya baru pulang kerumah, tiba-tiba saya dikabari kalau kandang terbakar,” jelas Sigit Pemilik kandang.
Menurut warga memang kejadiannya sangat singkat, api bisa dipadamkan setelah puluhan warga berbaut bersama-sama memadamkan api dengan alat seadanya.
Wakijo, warga setempat yang pertama kali melihat kobaran api dikandang pada saat dirinya hendak ke sawah.
“Awalnya saya hendak ke sawah tiba-tiba saya melihat kobaran api dikandang lalu saya panggil warga untuk memadamkan api.” Jelasnya.
Sementara Kapolsek Cluring Iptu B.Mandrias Diantoro SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Sadimun membenarkan kejadian tersebut berasal dari alat penghangat ruangan.
“Menurut sumber informasi yang kita dapat kebakaran ini berasal dari kompor mesin penghangat,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan. Dari kejadian tersebut pemilik menelan kerugian sekitar 350 juta. (Rony).


Komentar