oleh

Masyarakat Menghendaki Jembatan Garit Penyebab Banjir Perlu Redesain

SINGOJURUH – Masyarakat menghendaki jembatan Garit didesa Alasmalang itu diperbaiki dengan desain baru agar tidak menimbulkan penyumbatan jika terjadi banjir. Sabtu (30/06/2018).

Jika dibiarkan masyarakat masih was-was karena jembatan yang mempunyai tiga lubang itu titik penyumbatan menjadikan air meluap.

Warga sekitar, Wandianto,” kalau jembatan masih seperti itu, jika terjadi hujan kami masih was-was akan banjir datang lagi.” Jelasnya pada Sabtu kemarin (29/06).

Sementara, Ir.Mujiono Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang (BMCKPR) merencanakan perubahan jembatan dengan mengusulkan ke pemerintah Propinsi.

“Kami segera musyawarah ke Dinas PU Bina Marga propinsi untuk perubahan jembatan agar di desain ulang,” ucapnya.

Foto: Ir.Mujiono beserta rombongan dari Dinas PU.Bina Marga Cipta Karya dan Penatan Ruang Banyuwangi.
Foto: Ir.Mujiono beserta rombongan dari Dinas PU.Bina Marga Cipta Karya dan Penatan Ruang Banyuwangi.

Menurutnya Mujiono, kondisi jembatan Garit dianggap sudah tidak aman menyusul bencana banjir bandang yang menerpa desa Alasmalang. Dari pengamatannya, ambang batas keamanan jembatan dianggap sudah tidak layak.

Baik lebar maupun jarak permukaan air dengan tinggi jembatan sudah tidak seimbang. Terbukti saat terjadi peningkatan debit, air sering meluber hingga naik ke daratan.” Tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu telah menerjang 4 kecamatan di Banyuwangi, Jumat (22/6/2018) lalu. Namun dampak terburuk dialami 4 dusun di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh; yaitu Dusun Garit, Bangunrejo, Karangasem dan Wonorekso.

Tercatat, 328 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban bencana ini dan 500 lebih rumah warga rusak ringan hingga parah. (*)

Pewarta : Jaenudin
Editor : Rony

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *