oleh

Puluhan Penghargaan Diraih SMP 3 Rogojampi

ROGOJAMPI – Bulan Agustus adalah bulan sejuta perlombaan bagi sekolah, karena didalam bulan tersebut ada hari ulang tahun kemerdekaa Republik Indonesia. Perlombaan itu untuk memperingati dan memeriahkan HUT RI. Rabo (26/09/2018).

SMP Negeri 3 Rogojampi semisal, dalam bulan Agustus kemarin sekolah tersebut meraih puluhan penghargaan, diantaranya yang paling dibanggakan sekolah adalah lomba gerak jalan yang diselenggarakan oleh Kabupaten Banyuwangi yaitu gerak jalan Tradisional yang setiap tahun diselenggarakan. Sekolah tersebut meraih juara 2 dalam kategori SMP dan MTs Baik grup laki maupun grup yang perempuan keduanya sama – sama mendapatkan juara 2.

Penghargaan tidak berhenti dilomba gerak jalan tradisional, namun dikegiatan yang lain seperti perlombaan ditingkat kecamatan pun banyak diraih contoh lomba tenis meja, pramuka, Carnaval dan sebagainya.

Seperti yang dibicangkan oleh kepala sekolah Sulis Widayanti saat ditemui oleh media dikantornya. Ia membeberkan prestasi yang didapat dalam kegiatan lomba – lomba dibulan Agustus.

“Kita dapatkan prestasi yang cukup gemilang ditahun ini, kedepan kita tetap ajarkan anak anak prilaku yang positif agar selain pendidikan akademi juga non akademi bisa diraih dengan gemilang.” jelasnya.

Di SMP 3 para anak didiknya juga diajarkan keterampilan tangan agar nantinya bisa mengasah kekreatipan, supaya menjadi bekal setelah selesai sekolah. Hasil ketrampilan itu direkontruksi dari bahan daur ulang seperti kertas dan botol plastik. Selain itu mereka juga diajarkan menyulam dan membatik.

Hasil dari ketrampilan itu mampu menembus pasar karena yang dibuat dari bahan bekas itu berbentuk alat yang memang sehari hari diperlukan oleh masyarakat, seperti tempat tisu, tas pinggang, miniatur gamelan dan kostum pesta dan lain lain.

Penjelasan itu dituturkan oleh Yanti seorang guru didik seni budaya di SMP 3 Rogojampi saat berbincang diruang kepala sekolah,” kami mempunyai kewajiban meningkatkan Seni budaya dan prakarya pada anak didik, karena itu trik menekan kepada siswa agar bisa meninggalkan permainan game yang sekarang marak pada anak usia mereka,” ucapnnya.

Yani menambahkan bahwa” tujuan dari pada itu agar anak anak mampu berkarya dan lebih mandiri.” Terangnya. (Rny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *