BANYUWANGI – Bangunan Embung belum genap satu tahun roboh tergerus air saat hujan, lokasi tersebut di Dusun Tempursari Desa Sembulung Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Bangunan ambrol adalah plengsengan sepanjang kurang lebih 7 meter. Selasa (04/12/2018).
Selain akibat curah hujan tinggi ternyata sisi bangunan yang seharusnya diisi tanah uruk, tidak dilaksanakan oleh pihak pelaksana proyek.
Rongga tersebut mengakibatkan air menggerus dasar bangunan sehingga tidak mampu menahan terjangan air menyebabkan bangunan menjadi ambrol.
Kepala Desa Sembulung Handoko menyayangkan plengsengan Embung kali Cokol yang belum genap satu tahun ambrol.
Bangunan plengsengan itu harusnya memang diuruk tanah sebab berrongga, jika tidak diuruk resikonya tergerus air dan bisa mengalami ambrol karena tidak mampu menahan air.
Bangunan itu dikerjakan tahun 2018 ambrol juga masih di tahun yang sama,” ucap Handoko
Sementara Kordinator Sumber Daya Air (Koorsda) Cluring Kasian Efendi menyebut bahwa bangunan itu sudah habis masa pemeliharaan.
“Bangunan itu sudah habis massa pemeliharaan, untuk itu kita ajukan lagi biaya pembenahan.” Menjelaskan melalui telepon selulernya.
Soal info yang diduga dalam pengerjaan menggunakan pasir bercampur tanah atau pasir leboh Kasian Efendi menjelaskan bahwa tidak mudah mencari pasir bagus di Banyuwangi.
“Memang di Banyuwangi ini tidak ada pasir bagus semua bercampur tanah,” kata Kasian Efendi.
Masih keterangan Kasiani Efendi.” jika pihak pelaksana mengerjakan bangunan memakai pasir bercampur tanah atau pasir leboh, ketika ada permasalahan seperti ini kita dirugikan karena fasilitas menjadi rusak.” Tambahnya. (Rny).


Komentar