80 Batang Jati Tak Berdokumen Diduga Milik Oknum Perhutani

80 Batang Jati Tak Berdokumen Diduga Milik Oknum Perhutani
Foto: Kayu jati tanpa dokumen ditumpuk dan disimpan di TPKH Silir.
Spread the love

BANYUWANGI – Berdasarkan info yang diterima oleh satuan Polisi Hutan Mobil (Polmob) dan Polisi Hutan Teritorial (Polter) mereka  menemukan kayu sebanyak 80 batang tidak berdokumen. Rabo (20/05/2020).

Kayu berjenis Jati tersebut ditemukan didua tempat wilayah hukum, yakni di Polsek Bangorejo dan Polsek Siliragung pada hari senin (11/05).

Kayu – kayu itu masuk golongan A1 berdiameter 10 sampai 19 dan A2 berdiameter 20 sampai 29, semua kayu jati yang ditemukan sudah berubah bentuk (sibak) yaitu berbentuk kotak.

Saat pertama ditemukan, penjaga kayu menyebut jika kayu itu bukan miliknya melainkan milik YG. YG (28) adalah seorang mandor hutan yang bekerja di Perhutani dibagian input data produksi kayu masuk.

Penemuan kayu tanpa dokumen itu dibenarkan oleh Komandan polisi hutan mobil kph bwi selatan (Polmob) Aris rofiq hidayat, saat ditemui diruang Kanit Reskrim Polsek Siliragung, Pesanggaran membeberkan kesaksiannya.

Menurutnya, penemuan kayu jati di dua tempat itu satu pemilik. diduga pemiliknya adalah YG seorang mandor hutan dibagian input data produksi kayu masuk.

“Waktu dilokasi saya langsung didatangi YG, saat itu juga YG memasukkan amplop berisi uang yang jumlahnya lumayan banyak dikantong saku celana belakang. Tapi saya tolak, saya suruh ambil lagi uang tersebut.” Terang Danru saat menjelaskan kepada wartawan.

“Saya semakin tegas menanyakan soal kayu – kayu yang berada dilokasi, kamu masih punya lagi selain  kayu ini, dijawab YG masih ada disana digudang.” Ceritanya.

Namun semua itu masih dalam penyelidikan apakah kayu – kayu itu milik terduga YG apa bukan, sampai saat ini tim dari Perhutani masih saja menyelidiki dimana lokasi pohon kayu jati itu ditebang.

Sementara Waka ADM Banyuwangi Selatan Hari, membenarkan terjadinya penemuan kayu tanpa dokumen, tetapi sudah dilaporkan ke Polsek setempat oleh Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Grajagan.

“Betul mas, dan sudah kami laporkan melalui KRPH Grajagan.” Ucapnya saat menjelaskan melalui pesan singkat di hanphone.

Barang bukti berupa kayu jati berjumlah 80 batang saat ini disimpan di TPKH Siliragung, Dusun Sumber bening Desa Kesilir Kecamatan Siliragung.

“Barang tangkapan berupa kayu jati sekarang kita simpan di TPKH Silir.” Kata Kepala TPK Ringin telu, Naji. (Rny//JN).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan