Kelas utama pendidikan Lare-lare Orkestra Banyuwangi melaksanakan ujian bagi murid kelas B yaitu praktik menggarap komposisi musik. Dalam rangka ujian akhir ini ujian ada dua tahapan menggarap Gending/aransemen lagu yang sudah ada, dan 2 bulan lagi menggarap karya bisa berupa musik, tari, atau lagu Minggu (07/03/2021) di Kampus Lalare Orkestra Banyuwangi/KLC di Jalan Agus Salim.
Dalam ujian ini dihadiri oleh para pelatih sekolah musik Lalare Orketra, para pengurus Dewan Kesenian Blambangan, para seniman budayawan Banyuwangi, para wali murid yang ingin menonton anak-anaknya melihat kebolehannya bermain musik yang selama berlatih keras walaupun di era pandemi covid-19. Dalam ujian tahap ini ada 8 anak yang ikuti ujian dengan penguji pelatih sendiri yaitu : Mohamad Ihwan, Yons DD, dan Pungki Hartono.

Pertama pembukaan selanjutnya sambutan wakil pembina oleh Yons DD. Anak-anak ini sudah berlatih kurang lebih satu bulan setengah pertemuan yaitu Sabtu dan Minggu selama 2 jam per pertemuan di total 20 jam.
“Lalare orkestra disini ada dua tingkatan yaitu a dan b. Untuk kelas B yaitu usia anak lulus SMP atau naik kelas 1 SMA. Dari nanti yang ditunjukkan 99%hasil kreatifitas adik-adik secara mandiri sedang pelatih hanya menemaninya saja, “kata Yons DD.
Sambutan kedua yaitu Direktur Lalare Orkestra Hasan Basri. Beliau menyamaijan terima kasih atas kehadiran semuanya, karena nanti diminta pendapat evaluasi untuk diskusi.

“Terima kasih atas dukungan dan support dari wali murid selama ini dan mempercayakan kepada pendidikan Lalare Orkestra, “tutur Hasan Basri.
Beliau menambahkan bahwa Lalare orkestra lahir dengan tujuan untuk menaikkan grad dari warisan tradisional menuju ke grad akademik. Lahir di kantor DKB lama pada, 27/08/2018 ada rapat singkat akhirnya terbentuk Lalare Orkestra belum punya kampus, tempat namum akhirnya diberi tempat dan alat oleh H. Kadapi.
“Kualitas anak muda banyuwangi semakin meningkat akhirnya Lalare orkestra bisa memberikan sumbangsih walaupun kecil kepada bwi. Kita ingin anak anak bisa seperti di Bali, “ungkap Hasan Basri.

Selanjutnya sambutan dari perwakilan DKB Suko Prayitno mengatakan bahwa Lalare Orkestra satu-satunya di Banyuwangi menjadi kebanggaan bersama.
“Saya berharap menjadi seniman profesional bukan hanya memukul musik tapi kedisiplinan dan tanggung jawab, juga menjadi contoh yang lain serta menjadi tempat studi banding, “tegas Suko.
Acara dilanjutkan dengan doa oleh H. Ikhwan, dan langsung ujian dimulai dengan menampilkan dua grup/kelompok bergantian yautu grup Basanan dan Moco Lontar dengan karakteristiknya masing-masing kemudian dilanjutkan diskusi serta komentar dari para seniman budayawan.(Solihin)


Komentar