Banyuwangi, Jurnalnews.com – Para lanjut usia (Lansia) dari berbagai komunitas dan kelompok di Banyuwangi berkumpul dalam kegiatan rembuk lansia yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi di De’ Gentong Guesthouse & Resto, Jalan Stasiun Karangasem, Dusun Rejosari Selatan Kampung Luwak, Lingkungan Watu Ulo, Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., atau yang akrab disapa Yayan. Dalam kesempatan itu, sekda yang baru sehari dilantik tersebut memberikan arahan sekaligus berdialog dengan para pengurus dan kelompok lansia di Banyuwangi.
Sebelum menyampaikan arahannya, Yayan sempat menceritakan perjalanan hingga dirinya terpilih menjadi Sekda definitif Banyuwangi. Ia juga mengapresiasi berbagai masukan dari komunitas lansia yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Yayan mengungkapkan adanya rencana investasi dari luar Banyuwangi yang berkaitan dengan wisata lansia. Menurutnya, hal tersebut menjadi peluang besar bagi Banyuwangi sebagai daerah yang mengusung sektor pariwisata.
“Terima kasih atas masukannya yang luar biasa. Saat ini ada investasi dari luar Banyuwangi yang ingin membuat wisata lansia. Memang belum dipaparkan seperti apa konsepnya, tapi bagi kami itu luar biasa,” ujar Yayan.
Ia mencontohkan potensi wisata jalan kaki yang kini mulai diminati wisatawan di Banyuwangi. Bahkan, wisata trekking dari pantai menuju kawasan Ijen dengan menginap di rumah warga disebut telah diminati wisatawan.
“Bayangkan jalan kaki 100 kilometer dari pantai ke Ijen, menginap 3 hari 2 malam di rumah penduduk, bayar satu setengah juta sudah laku di Banyuwangi. Artinya nanti akan banyak orang dari kota yang sudah sumpek, dan itu peluang bagi kita semua,” terangnya.
Selain itu, Yayan juga menegaskan bahwa komunitas lansia diperbolehkan menggunakan Gedung Juang untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan tanpa dipungut biaya, selama bukan untuk kepentingan komersial.
“Kalau untuk kegiatan lansia monggo, gratis. Tapi kalau untuk komersial atau bisnis ya bayar, karena saat ini kita juga sedang menggencarkan peningkatan PAD,” katanya.
Ia juga menyoroti rencana jambore lansia yang dinilai dapat menjadi agenda alternatif untuk mempererat kebersamaan sekaligus menciptakan suasana nyaman bagi para lansia.
“Yang penting kita bikin nyaman, karena kalau orang nyaman semuanya akan baik,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, para peserta lansia mendapatkan pembelajaran membuat batik dari ecoprint dan membuat lepet yang di pandu oleh tim De’ Gentong Guesthouse. (Venus).


Komentar