oleh

Grand Harvest Resort and Villas Tawarkan Restauran Outdoor di Masa Pandemi

Licin —Siang hari itu cuaca sedikit mendung Selasa (09/03/2021), namun tidak menyurutkan jurnalis dan tim Majalah Keboundha untuk berkunjung ke salah satu Resort yang sering menjadi jujukan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Lokasi resort itu sendiri berlokasi di Jalan Raya Licin Desa Tamansari Kecamatan Licin Banyuwangi. Tidak butuh waktu lama untuk menuju ke Grand Harvest Resort and Villas, jarak dari pusat Kota Banyuwangi ke arah barat adalah kurang lebih 16,5 km atau sekitar 29 menit menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Sampai di Grand Harvest Resort and Villas kita akan disambut dengan ramah oleh petugas keamanan dengan menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya sambil mengarahkan parkir kendaraan. Memasuki area depan sisi timur hotel, anda akan melihat berupa stand bangunan atau gallery yang memajang baju-baju batik khas Banyuwangi dan pernak-pernik lainnya yang dapat dijadikan souvenir ataupun oleh-oleh bagi tamu atau pengunjung hotel. Sedangkan untuk memasuki ke ruang hall utama hotel anda terlebih dahulu diminta untuk membersihkan tangan dengan cara menyodorkan tangan ke alat kecil semacam wastafel khsusus yang nantinya akan keluar cairan gel dan angka suhu tubuh secara otomatis.

IMG-20210310-WA0045

Untuk di area outdoor, anda akan disuguhi dengan pemandangan dan panorama alam berupa persawahan dan kebun yang semakin membuat anda betah tinggal lebih lama lagi. Resort yang berada di lereng kaki Gunung Ijen tersebut menawarkan keasrian dan panorama alam yang eksotik dan memiliki beberapa fasilitas yang memanjakan setiap tamu maupun pengunjung yang menginap. Menurut Senior Sales Manager Grand Harvest Resort and Villas Banyuwangi Budani Hastuti N bahwa Grand Harvest Resort and Villas itu 50 percent adalah bentuk bangunan dan sisanya adalah berupa sawah dan perkebunan.

“Jadi konsepnya biar lebih alami to gitu, “kata Budani.

Budani juga sempat mengajak kami berkeliling dan menjelaskan fasiltas-fasilitas yang dimiliki Grand Harvest Resort and Villas sambil dengan mengendarai semacam mobil atau kereta wisata sekaligus melihat beberapa sudut bangunan dan panorama pemandangan alam yang ada dilahan seluas kurang lebih 13 ha itu. Disinggung terkait ocupansi kamar hotel di saat pandemi seperti ini, Budani mengatakan bahwa seperti halnya hotel-hotel yang ada di Banyuwangi masih diangka 30 persen setiap bulannya sementara untuk di hari-hari biasa dan akhir pekan masih dikisaran 10 hingga 20 percent. Budani menerangkan pula bahwa untuk tingkat hunian kamar atau high seasonnya di saat normal ada di bulan Desember dan masa Lebaran bagi domistik sedangkan untuk tamu mancanegara mulai di bulan Juli sampai dengan bulan Oktober.

“Untuk kunjungan ya seperti rata-rata hotel di Banyuwangi kita hanya 30 percent pak, 30 percent itu dalam 1 bulan dihitung tapi kalo harian tu jadi weekday, jadi ada weekday dan weekend ya, kalo weekday kita hanya 10 percent sampai 20 percent, “tutur wanita asli Jogja itu.

Nah, Adapun beberapa type blok yang dimiliki Grand Harvest Resort and Villas adalah type Deluxe yang merupakan lowest catagories dengan view yang langsung menghadap ke garden. Kemudian untuk type Harvest dengan view yang langsung menghadap persawahan. Selanjutnya type Family dengan viewnya yang langsung ke arah kolam dan sawah. Dalam hal konsep bangunan hotel di saat pandemi ini, Budani juga mengatakan akan lebih aman jika konsep bangunannya adalah dengan langsung memanfaatkan fresh air sebagai sirkulasi udara. Selain memiliki view pemandangan alam yang masih asri dan alami, pihak Grand Harvest Resort and Villas juga menawarkan beberapa fasilitas seperti kegiatan outdoor serta arena jogging track yang dapat dinikmati juga oleh seluruh tamu maupun penghuni hotel yang sedang menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga atau bahkan yang sekedar menggelar kegiatan meeting di hotel berbintang empat itu.

IMG-20210310-WA0044

“Yang sudah pasti alam, nature ya, kita view sawah jadi apa namanya kalo mungkin ada yang kekuatannya pantai kalo kita ke sawah sama udaranya kita, udara ijen seperti itu sih asri, kita juga ada outdoor banyak, kemudian kita juga jogging track. Ini kan sehat nih, seperti itu dan kita juga gak terlalu ekstrem untuk resortnya juga. Jadi semua umur masuk dari anak kecil sampai orang sepuh itu masuk, “kata Budani

Sementara itu, ketika ditanya tentang menu kuliner andalan yang ada di Grand Harvest Resort and Villas wanita yang menggunakan kaos sporty berkerah hijau dan rok bermotif batik tersebut mengatakan bahwa untuk menu andalannya adalah menu khas Banyuwangi seperti Pindang Koyong, Pecel Pitik. Budani menyampaikan dengan masih adanya lahan kosong yang tersedia di Grand Harvest Resort and Villas, kedepannya akan dimanfaatkan seperti ada kuliner Jepang yakni outlet Yakiniku, Sukiyaki, nanti akan disediakan tenda atau akan ada semacam restaurant outdoor, dimana para tamu hotel dapat makan dan masak sendiri.

“Ya experience baru itu Pak, kan jadi apa yang ada kita olah lagi, “ungkap Budani dengan kalem

Budani juga mengungkapkan juga ada lagi fasilitas seperti bioskop outdoor dengan memutar film-film yang lama dan sekitar 2 hingga 3 minggu lagi setiap hari minggu akan ada kuliner Sunmori (sunday morning ride) yang lebih ke arah model angkringan dan pada akhir perbincangan dengan jurnalis di kursi tamu lobby hotel tersebut, Budani mengatakan bahwa pihak manajemen Grand Harvest Resort and Villas juga memberikan wadah serta ruang kerjasama kepada pelaku usaha kuliner UMKM, seniman untuk menjual produk dan memamerkan hasil karya di tempatnya, tentu dengan menaati sesuai standart prokes yang ada. (MHB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *