oleh

Festival Oling River Food Digelar Sungai Dam Limo, Dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi

Spread the love

BANYUWANGI – Festival Oling River Food digelar sungai dam limo, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi selasa (6/4). Acara itu juga dihadiri wakil bupati banyuwangi sugirah beserta beberapa kepala dinas Kabupaten Banyuwangi.

Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mengatakan Banyuwangi jadi salah satu sentra penghasil ikan sidat, Lebih dari 100 ton per tahun ikan sidat mulai dari pembudidaya industri hingga di tingkat masyarakat untuk dieskpor ke Jepang.

Apa lagi, Ikan sidat terkenal dengan kandungan gizi dan protein yang unggul dan menjadi makanan favorit bernama unagi di Jepang. “Semua aneka masakan sidat ada di sini,” terangnya.

IMG-20210406-WA0031

Tambah lagi, Sugirah Oling river sangat cocok dikunjungi bagi pecinta kuliner sidat. Bila ingin menikmati olahan ikan sidat di Banyuwangi, pengunjung bisa mampir ke Oling River Food yang terletak di sepanjang bantaran sungai Dam Limo, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo.

Sedangkan Oling merupakan nama lain dari sidat bagi masyarakat Banyuwangi. “Kami akan terus kembangkan potensi wisata di oling river desa tegaldlimo,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan bahwa Dam Limo mengaliri 6.422 ha sawah di dua kecamatan yaitu Tegaldlimo dan Purwoharjo, Dam ini dibangun sejak zaman Belanda pada tahun 1925.

“Dinas PU Pengairan mengembangkan beberapa aset infrastrukturnya sebagai destinasi wisata, Dam Limo salah satu yang kami pilih karena letaknya strategis sebagai titik tengah-tengah ketika orang dari bandara mau ke Alas Purwo. Tentu hal ini berperan dalam rangka promosi diplomasi terhadap Geopark Nasional Alas Purwo menjadi internasional yang sedang kami promosikan ke badan internasional,” imbuh Guntur.

Makanan yang khas di sini, kata Guntur, adalah ungkep oling gulung kuming (pepesan sidat). “Kalau di Jepang ada masakan unagi, tapi di sini sudah disesuaikan dengan lidah orang Tegaldlimo sehingga rasanya luar biasa,” kata Guntur. (Mbah Din)