oleh

Joyo Karyo, Jawara Lomba Musik Patrol di Waroeng Kemarang 2021

Spread the love

Lomba Patrol tiap Sabtu dan Minggu malam selama bulan Ramadhan di Waroeng Kemarang di Jl. Perkebunan Kalibendo KM. 5 Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Banyuwangi, sudah memasuki puncaknya, Grand Final Lomba Patrol 2021 yang di selenggarakan di area Waroeng Kemarang, diikuti 5 grup peserta dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Setelah tampil di Panggung Omprok selama 10 menit, perserta diberi kesempatan keliling di area Warung Kemarang, dan terakhir tampil di joglo utama rumah adat Osing selama 5 menit. Grand Final hari pertama 8/5 dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY. Bramuda, M.Si. Lomba Patrol 2021 di bawah patung Omprog Gandrung yang telah menjadi ikon Waroeng Kemarang Tamasuruh Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Seperti janji MY. Bramuda Kadis Disbudpar Banyuwangi, Minggu (08/05/2021), juara 1 akan ditampilkan di silaturahmi online, sekarang nggak boleh ada open house atau ada halal bihalal.

IMG-20210511-WA0004

Sambil menunggu dewan juri bersidang, Owner Waroeng Kemarang Wowok Meirianto, Lomba Patrol ini dengan ketat menerapkan protokol kesehatan karena covid belum berakhir jadi perlu dipahami, Waroeng Kemarang bekerjasama dengan berbagai pihak seperti : Disbudpar, DKB, Komunitas Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT), Gesah Boso Osing Tulen (GBOT), dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), ujar Wowok Merianto Owner Waroeng Kemarang.

Lebih lanjut Wowok mengatakan bahwa dalam lomba patrol ini ada sedikit pergeseran yaitu dari aturan panitia alat musik harus dari bambu, penilaiannya ada penampilan gerakan, koreo, harmonisasi, sehingga kesenian patrol menjadi hiburan untuk semua dalam menyambut kedatangan tamu, baik tamu lokal maupun internasional.

IMG-20210511-WA0001

“Jurinya dari berbagai latar belakang keahlian dan budayawan, diharapkan nantinya juaranya adalah juara-juara yang tangguh. Mari berkompetesi dengan sehat sehingga bisa fresh lagi sehingga musik tradisional patrol bisa maju dan lestari, “harap Wowok

Dalam keputusan kejuaraan lomba seni, pasti ada yang tidak puas dengan keputusan juri. Silahkan saja, bebas berpendapat. Yang pasti, pada lomba patrol kali ini, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memilih juri yg ber-integritas, terdiri dari 7 orang yang sebagian besar generasi milenial. Mengamati, mendiskusikan, memutuskan. Tidak bisa diganggu gugat, tambah Wowok.

Selesai bersidang ketua Dewan juri Aekanu Hariyono didampingi 6 juri lainnya terdiri dari para praktisi patrol, paktisi musik dan perkusi. Seniman praktisi lulusan akademisi kesenian dan karawitan, pemerhati seni dan budayawan disepakati oleh dewan juri juara lomba patrol ini, yakni Juara 1 Joyo Karyo dari Singotrunan. Juara 2 Pengamen Jalanan Lang lang Buana dari Dinas sosial Banyuwangi. Juara 3 Mbah Gandrung dari Singojuruh, sedang juara harapan yaitu Kharisma Blambangan dari Cungking dan Jajang Selaras dari Lateng

Ketika Joyo Jaryo Singotrunan tampil dengan lagu osing religius tentang lailatul qidar malam seribu bulan. Grup Joyo Karyo banyak membawa suporter seakan panggung sudah sejak awal tampil sudah milik mereka , didukung teriakan mensuport grup dari Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi ini.

Wakil Bupati H. Sugirah setelah menyerahkan piala dan piagam, menyatakan bahwa musik patrol sebagai musik penggunggah sahur harus dilestarikan sebagai warisan adiluhung. “Musik patrol sebagai musik penggugah sahur untuk melaksanakan ibadah puasa sehingga pemusik patrol akan memperoleh pahala berkat jasanya tersebut, “ungkap Sugirah.

Patrol dulunya berasal dari nama musik Thethek, total menggunakan alat yang terbuat dari Bambu, dimainkan malam hari di bulan Puasa untuk hiburan dan membangunkan orang untuk melakukan sahur.

Musik patrol terbuat dari bambu yang terdiri dari Penthongan, Bumbung, Titir, Theruthuk dan lainya. Tabuhan musik Patrol biasanya diikuti oleh lebih dari lima hingga sepuluh orang . Patrol selain sebagai hiburan untuk membangunkan sahur juga bisa dimanfaatkan untuk Sistem Keamanan Lingkungan atau SISKAMLING.

Selain para juara, para peserta musik patrol juga memeroleh voucher untuk makan gratis di Waroeng Kemarang.

Sementara menurut Aekanu Hariyono, budayawan yang juga ketua dewan juri “Terimakasih Pak Wowok & Bu Ririt yang dengan tanpa kenal lelah telah berkenan menyelenggarakan acara Lomba Patrol 2021 yang mengukir sejarah inovasi dalam seni ini. Terimakasih juga kepada semua teman-temsn juri dan panitia yang terlibat di acara ini. Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan. Salam budaya,”  pungkas Aekanu.(Ilham Triadi)