oleh

HAIRIYAH SUDAH REKAM KTP dan KIRIM PERMOHONAN KE BAZNAS

Hairiyah, 23 tahun anak berkebutuhan khusus asal Krajan Desa Watukebo akhirnya sudah direkam elektronik untuk buat KTP. adanya nomer NIK di KK serta keterangan cacat fisik dan tunarungu di file kecamatan yang diinput operator pemerintahan Kecamatan Blimbingsari, Bambang, mempermudah proses perekaman.

Hairiyah spesial dijemput mobil layanan Desa Watukebo didampingi relawan Komunitas Gotongroyong’45, Supriyadi, tanpa ada keluarga dekatnya yang mendampingi.

“Ibunya momong cucu. Kakak iparnya ya siap antar gonceng bila tak dijemput mobil desa, ” tutur Supriadi, Suami Bu Yunitasari, S.Pd yang peduli pada tetangganya.

IMG-20210527-WA0026

“Asal ada yang telaten dan peduli,kami siap melayani perekaman KTP apapun keadaannya, baik difabel dan sikon khusus lainnya.Untuk perekaman awal butuh 3 hari diproses dispenduk lanjut dikirim ke kemendagri. kalau jadi kami kabari staf desa untuk antar ke rumah, ” jelas staf operator KTP, Nakila Effendi.

Bila sudah punya KTP kan gampang pemerintah menyalurkan bantuan.
Sementara itu Sekretaris Desa Watukebo Drs. Harly, bahwasannya desa sudah buatkan juga pengantar ke Baznas yang diajukan lewat UPZ Blimbingsari serta skema bantuan sosial lainnya.

“Tinggal tandatangan bu Kades saja, ” tambah staf desa.

IMG-20210527-WA0029

Sedang divisi program Komunitas Aura Lentera, Indah Catur Cahyaningtyas pada media ini siap kawal Hairiyah dan bareng Kadispendukcapil Djuang Pribadi blusukan jemput bola buatkan KTP yang terabaikan keluarga maupun aparat.

“Dianggap orang cacat tak butuh dokumen negara dan tak berguna padahal kami ini juga manusia yang setara dengan warga penduduk lainnya, ” imbuh suami Indah yang tunanetra sejak usia 17 tahun, Nurhadi Windoyo, yang didukung Rektor Untag dan mantan bupati Abdullah Azwar Anas untuk jadi Komisioner Disabilitas nasional.(Bung Aguk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *