oleh

SDN 3 ROGOJAMPI ASAH ASUH ASIH MURID DIFABEL

“Titip dan tampung ya, kan Bu Elly telaten,” ucap para KS yang pindahkan peserta didiknya ke SDN 3 Rogojampi sebagaimana penuturan Elly Dia Kumalawati, S.Pd, Kepala Sekolah yang lembaganya beralamat di Jl Tanjung 38 Lugonto Rogojampi.

Ada 12 peserta didik difabel saat ini yang berkebutuhan khusus keterlambatan belajar, autis dan tuna grahita ringan. Tak semuanya masuk SDN 3 Rogojampi daftar mulai kelas 1, namun ada yang pindahan dari sekolahan lain.Sementara hanya ada 1 guru yang didiklat sebagai guru inklusi yakni GTT Titis Ina Ashari, S.Pd.”Bu Titis pasti kewalahan.Untungnya semua guru dan TU kompak semua, ” tambah ibu yang rumahnya di kawasan pahlawan setropenganten ini.

IMG-20210527-WA0017

Umumnya bila di luar pelajaran atau anak kebutuhan khusus sedang butuh asah,asuh dan asih dengan keluar kelas maka mainnya di ruang KS.

“Bahkan ada yang naruh kaleng tabungan pribadi di almari sini, ” tambah Bu Elly lagi sambil senyum saat ditemui media ini.

Bu Elly merasa tak sendirian karena ortu dan komite, satkorwil serta Dispendik selalu ada monev.Juga ada Yayasan dan Poli psikologi RSUD yang jadi mitra inklusi.

“Tahun ajaran baru kami gandeng Sanggar Merah Putih’45 untuk bina ektra teater yang ajak anak kebutuhan khusus bermain drama bareng semua teman yang minat bakat puisi, pidato, pantomin atau operet, ini juga upaya terapy dan tumbuhkan keseteraan.

IMG-20210527-WA0016

SD kami tiap tahun hanya tampung 1 kelas prestasi anak didik umumnya dibidang agama dan nonakademik seperti Juara Karate atas nama Tabrina yang masih kelas 4.

“Alhamdulillah tahun ini murid kami Almadena Zahra Darmawan bisa jadi siswa berprestasi kabupaten ungguli utusan sekolah favorit dan unggulan, ” ungkap Bu Elly bangga.

Harapannya saat seleksi kecamatan kedepannya untuk lomba tertentu bisa diseleksi untuk semua sekolah karena input sekolah tiap tahun kan variasi nan dinamis minat bakat peserta didiknya.
Bagaimana kegiatan literasi di sekolah? “Lumayan, namun perlu ditingkatkan termasuk gurunya hingga bisa hasilkan karya, ” harapnya sambil sebut untuk langganan majalah lokal Keboendha selalu bayar rutin di awal dan tetap mau mengoleksi sebagai bacaan di perpustakaan apalagi dinas selalu advetorial.

IMG-20210527-WA0018

Bagaimana kesan guru ke pimpinannya? “Tak hanya ke murid telaten dan keibuan, ke gurupun ngemong hingga kami adem tentrem mengajar, “tutur Bu Yunitasari, S.Pd. yang juga peduli tetangga yang kebutuhan khusus di kampungnya.

“Kami bisa kreasi dan saling mendukung hingga potensi anak tersalurkan.Saat karnaval malah anak dan wali yang semangat daftar ikut, “tambah Bu Nila Wahyuningtyas, S.Pd. yang anak kandungnya di TK Muslimat 2 juga sudah prestasi bersyair.

“Perintahnya seperti teman minta tolong, tak ada kesan atasan nyutuh bawahan.Jadi enteng dan senang, ” imbuh Dekky Sulistiyo,S.Pd.

“Bahkan tak hanya itu,beliau selalu beri bonus dengan uang pribadinya bila ada anak didiknya yang prestasi di sekolah,apalagi juara kecamatan dan kabupaten, ” ungkap Rika Ismi Kholidah, S.Pd. yang berstatus guru P3K.

Bila di sekolah, Bu Elly sebagai inspirator dan manager selalu trengginas, optimis,dan memberi tauladan serta motivator. Ia juga senang sepanjang pengabdiannya sebagai guru ditempatkan di Rogojampi. Namunn sehari-hari beliau sesungguhnya idap penyakit serius serta rawat suaminya yang sudah lama terbaring lemah di kasur hingga untuk makan minun perlu dibantu.(Aguk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *