Bupati Ipuk Fiestiandani sempatkan beri sambutan secara virtual pada Halaqah Guru Ngaji dari mobil yang mengantarkannya ke pelosok desa untuk pantau PPKM Mikro di saat Banyuwangi teratas yang terpapar corona se-Jatim, Minggu, (27/6/21) yang diikuti 200 ustadz-ustadzah di Hotel Santika dengan terapkan protokol kesehatan yang ketat.
Bupati perempuan ini awali sambutan dengan ucapan terima kasih atas dedikasi pengabdian guru ngaji dalam menyebarkan informasi ke walisantri dan mengajarkan ilmu agama ke santri.
“Semoga jadi amal sholeh yang membuka keberkahan rejeki barokah dan mohon doa bareng alim ulama.yang hadir agar pandemi korona yang merupakan ciptaan Allah,untuk segera diangkat oleh Allah dari Banyuwangi bahkan dari segenap dunia, ” harapnya sambil sapa Kabag Kesmas HM. Lukman, S.Sos, M.Si. dan H. Mastur dari Kemenag, Ketua BPKPRMI Achmad Sururudin, SE. serta para undangan termasuk Mubaligh KH. Muhdor Atim.

Lebih lanjut Bupati Ipuk ingatkan para santri sekarang pasti beda saat ustadzah jadi santri puluhan tahun lalu yang belum kenal gawai. Gadget itu tantangan sekaligus ada hal positifnya sesuai tuntutan jaman.
“Untuk itu janganlah sampai mengharamkan.Apalagi di saat pandemi terbukti pembejaran jarak jauh jadi solusi proses belajar mengajar tetap berlangsung, ” tuturnya sambil pamitan karena sudah sampai ke titik tujuan berikutnya dalam menyapa dan melayani rakyatnya.
Sebelumnya, anggota DPRD dari FPPP, HM. Basir saat pidato yang melantunkan Surat At-Taubah Ayat 122 berharap silaturahim ini tak sekedar temu dan tak tak ada kelanjutannya.

“Kami tunggu rekomendasinya untuk Bupati maupun legislatif, ” harapnya yang disambut tepuk tangan audience.
Ditambahkan oleh Kabag Kesmas sembari nunggu sambungan virtual Bupati, lewat LPTQ, tahun ini tersalur 8,7 Milyar untuk 13.373 Ustadz/ah masing-masing 700 ribu melalui Bank Jatim.
“Bila PAD meningkat, insya Allah intensif ditambahi walau tetap tak sebanding dengan kiprah jenengan dalam membina kader bangsa yang berkarakter, ” tambah H.M. Lukman sambil yakin banyak rejeki lainnya dengan jihad di jalan Allah.
Materi kegiatan diisi pembekalan buat Ustadz/ah di era abad 21 yang disampaikan Ust Fathur Rochman,S.Pd hasil diklat LPPTKA-BKPRMI Nasional di Bogor. Kemudian juga ada materi kewirausahaan melalui Koperasi oleh Mujiyono, SH. dan M. Salim agar potensi ribuan masjid dan santri merupakan pasar ummat yang luar biasa.
Acara yang diawali santunan yatim piatu lanjut Gema Wahyu Illahi duet 2 santri M. Nuril Anwari dari TPQ Nur Syafaat Glagah dan M.Khalfi Al-Achyar dari TPQ Ar-Rozzak Tanjung Kalipuro yang akan kian mengharumkan Banyuwangi dalam Festival Anak Sholeh Jatim, Paduan Suara ustadzah Yayasan Safinda serta Sholawat Badar dari Musik Akustik Lesbumi NU itu, Menurut Ketua Panitia Slamet Hidayat, S.Pd. melalaui Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an Ust. Samsul Hadi, S.Pd.
“Halaqah ini pengkaderan guru ngaji sembari makmurkan masjid dengan menyiapkan generasi qur’ani yang berakhlaqul karimah yang profesional dan amanah menjalani kehidupan bahagia dunia akherat, ” tambah guru Bahasa Inggris di SMP Satap Wongsorejo ini.
Taushiyah KH. Muhdor Atim yang punya dagangan ragam kitab di Genteng ini sembari sebut Istilah Halal bihalal itu asli idiom Indonesia yang dicetuskan Presiden Soekarno dan singgung perang Puputan Bayu saat pertempuran Sholahudin Al-Ayubi melawan Raja Romawi, sampaikan dijamin surga bagi mukmin yang bisa menyayangi orang yang menyakiti dan membenci, yang bisa menyambung silaturahmi ke orang yang memutuskan silaturahim serta mampu memaafkan pada orang yang mendholimi kita. (AWN)


Komentar