oleh

OWNER BATIK PRINGGO KUSUMO SILATURAHMI KESEMARAPURA

Spread the love

“The power off kepepet” mungkin itulah kata yang tepat saat seseorang sudah harus menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu singkat dan harus mendapatkan ide segala macamnya untuk urusan suatu karya cipta seni.

Saat semua orang menanti hasil karya dari sang Art’s maka hasil terbaik dan berbeda yang diharapkan dari biasanya.
Tidak menutup kemungkinan saat inspirasi belum ada maka tidak akan muncul gagasan/ide kreatif yang lahir.
Disaat titik akhir penantian dari semua barulah muncul sebuah pikiran baru yang memprakarsai untuk melakukan terobosan dan rencana lain dari biasanya.

IMG-20210627-WA0005

Menstimulus semangat dan lahirnya kreatifitas baru biasanya bagi para seniman tidak harus dengan cara yang masuk logika. Dalam diam/hening yang jauh dari kebisingan, ke gunung berdekatan dengan alam, melihat deru ombak dan mendengar gemiricik air, melihat daun jatuh, mendengar celoteh burung, bahkan tiupan angin bawana semua akan membawa pada titik tertinggi proses penciptaan karya seni.
Ketika kita bisa melihat betapa kecil dan tidak berdayanya manusia, maka betapa kita bisa merasakan Maha Daya Nya sang pencipta..

Dan alam sudah menyediakan semua kebutuhan kita, tinggal bagaimana kita mempergunakannya sebagaimana yang kita butuhkan. Ambil, gunakan secukupnya, buat kreasi yang sederhana dengan semangat tinggi bisa mendunia.
Begitu motivasi yang telah diberikan oleh Hj. Desi L kepada para pemudi di Semarapura yang kebetulan sedang berlatih kesenian tari Banyuwangi Barong Jakripah, jadwal setiap malam Minggu di warung bebek bu Olip Jl. Angsoka-Gg Matahari III Semarapura/Klungkung Bali.

Dalam penyampaian motivasinya tersebut, Hj. Desy L. juga menceritakan bagaimana masa kecilnya dulu yang juga aktif berlatih kesenian tari gandrung, padang bulan, tolak balak, prawan sunti, punjari dll.

Serta bercerita tentang proses pencapaian kesuksesannya berkat kerja keras dan tidak setengah-setengah yang terus dilatih dan dikembangkan untuk mengharumkan nama daerah ditiap kancah lomba tingkat provinsi dan nasional.

Semangat serta bimbingan singkat yang dipaparkan malam itu, Sabtu 26 Juni 2021 diaula serba guna warung ndeso bebek bu Olive juga dihadiri oleh Ustazd Widodo dari Kampung Santri Bali Munggu-Badung yang juga memberikan nasihat dan pesan agar rajin belajar mencari ilmu untuk bekal dunia dan akhirat,agar seimbang dan juga massa pandemi ini harus tetap menjaga diri dengan patuh pada protokol kesehatan yang disarankan pemerintah.

Di akhir mentoringnya tersebut, Ketua Ikawangi Dewata Cabang Klungkung Bpk Riyanto selaku pembina team keseniannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Owner Batik Pringgo Kusumo Hj. Desi L. dan KSB yang memberikan motivasi pada pemuda-pemudi di IKAWANGI DEWATA CABANG KLUNGKUNG.

Saat diumumkan oleh beliau bahwa nantinya akan ada suport dana pembelian alat kesenian dan kostum dari anggota DPRD Kab. Klungkung serta kesempatan tampil dievent budaya festival Kab. Klungkung serta acara internal hajatan anggota IDB Cabang Klungkung, sambil menunggu masa pandemi berakhir, giat berlatih dan berkarya menjemput masa depan juga mengisi waktu dengan hal bermanfaat, kehidupan yang dihadapi dengan penuh semangat apapun kondisinya terus bersyukur dan menik mati Anugerah yang telah diberikan Tuhan.

Dari warung bebek bu Olive dipinggir sawah yang penuh aura ndeso dan keramahan sayup terdengar suara musik tradisi banyuwangi ditengah lincah gerak gemulai penuh dayasensasi pemuda – pemudi, Klungkung Semarapura layaknya Banyuwangi saja.
(Ambarwati Soenarko).