oleh

PENYELENGARAAN SHOLAT JUMAT DI MASJID AL IMAN

Spread the love

Masih banyak Masjid di Kabupaten Bayuwangi-Jatim yang tidak menggelar kegiatan Sholat Jumat di saat Pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa-Bali dari tanggal 03-21 Juli 2021 dan diperpanjang sampai tanggal 25 Juli, tetapi ada juga Sejumlah masjid yang menggelar dan salah satu nya adalah Masjid Al Iman yang berlokasi di Jalan Tidar Lingkungan Gesari Sawahan RT 001/001 Kel. Pengantigan Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Soni selaku Sekretaris ta’mir mengatakan : “Masjid Al Iman pada Jumat yang lalu tanggal 16 Juli 2021 tidak menyelenggarakan kegiatan Sholat Jumat dan juga tidak menyelenggaraan Sholat Idul Adha 1442 H, hal ini karena Masjid Al Iman mendapat surat dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi Nomor 591 tentang Sosialisasi SE Menteri Agama yang isi nya Peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran dan Sholat Idul Adha di wilayah PPKM darurat, “tuturnya.

IMG-20210723-WA0069

Lebih lanjut Soni mengatakan “Untuk penyelenggaraan Sholat Jumat di hari ini Jumat tanggal 23 Juli 2021 Masjid Al Iman membuka diri untuk melaksanakan Kegiatan Sholat Jumat dengan alasan Masjid Al Muntaha yang lokasi nya satu Kelurahan tidak nampung lagi menerima banyak nya Jama’ah yang akan melakukan Sholat Jumat, “kata Soni.

Walau Pemerintah memperpanjang masa PPKM sampai 25 Juli 2021, Masjid Al Iman memberanikan diri untuk menyelenggarakan kegiatan Sholat Jumat dengan menjalankan penerapan Protokol kesehatan yang ketat diantara nya, Jamaah wajib Cuci tangan sebelum memasuki halaman Masjid, wajib memakai masker, menjaga jarak selama berada di dalam Masjid, dan pintu masuk hanya dibuka satu pintu sebelah utara sedang pintu utama ditutup serta hanya di isi 50 % dari daya tampung yaitu 500 jama’ah.

Jama’ah diwajibkan duduk dengan menerapkan jaga jarak yaitu sekitar 50 cm antar Jama’ah. Khotib kemudian memulai kutbah nya yang disampaikan oleh Habib sholeh, mengatakan bahwa : “Manusia yang beriman adalah manusia yang berkata dengan lembut, selalu berucap dengan benar dan berucap dengan fakta serta sesuai dengan kapasitas nya, jangan menyebar hoax serta lebih baik diam dari pada berbicara tetapi malah menimbulkan keonaran, “tuturnya.

Lebih lanjut Ismail selaku anggota ta’mir menambahkan bahwa Masjid Al Iman saat ini sedang membangun gedung TPQ dengan anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,- yang mana anggarannya diperoleh dari swadaya masyarakat, dan tidak menutup kemungkinan pihak Yayasan Masjid Al Iman juga menerima apabila pihak Pemerintah Daerah mengalokasikan dana nya demi untuk menyelesaikan pembangunan gedung TPQ ini.

Jemaah yang memasuki masjid lewat satu pintu yang dijaga dengan pemeriksaan protokol kesehatan oleh petugas masjid, dan apabila ada Jama’ah yang tidak ber masker, akan ditegur untuk menggunakan nya.

Jama’ah terlihat banyak yang patuh akan anjuran Protokol Kesehatan dan banyak pula yang membawa sajadah sendiri dari rumah nya, tetapi ada pula beberapa jemaah yang mengenakan masker hanya sebatas di dagu. Sebelum ceramah dimulai, seorang pengurus masjid dari atas mimbar memperingatkan agar

“Para jemaah yang tengah sakit dan di kawatirkan dapat menularkan penyakit nya, alangkah baik nya untuk tidak ikut Salat Jumat ber jamaah di Masjid.
Mudah-mudahan dengan niat baik, kita laksanakan ibadah dengan sehat, “ujar pengurus masjid tersebut.

PPKM Darurat itu mengatur sejumlah pembatasan mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan. Salah satunya meniadakan peribadatan yang berpotensi terjadinya kerumunan di tempat-tempat ibadah di zona PPKM Darurat. Wilayah Kabupaten banyuwangi sendiri masuk wilayah zona merah.

Semoga kita semua mendapat ampunan dari Allah swt, dan virus Covid-19 dimusnahkan di atas bumi Indonesia pada khususnya dan dunia pada umum nya. (Hariyanto)